Dampak Cuti Melahirkan Bagi Perusahaan

  Edisi hari ke-2 World Breastfeeding Week 2015.

Meski Indonesia baru menerapkan cuti melahirkan 3 bulan, ini sudah jauh lebih baik daripada Amerika yang tidak punya aturan paid maternal leave.

Tapi, infografis diatas memberi bukti bahwa cuti melahirkan lebih dari 3 bulan membawa dampak yang positif bagi perusahaan. Meminimalisir angka karyawan perempuan mengundurkan diri setelah jadi ibu baru, mempertahankan karyawan perempuan yang berkualitas dan menghemat biaya rekrutmen karyawan baru.

@ID_AyahASI mendorong pemerintah untuk menaikkan cuti melahirkan dari 3 bulan menjadi 6 bulan dan memberikan cuti melahirkan bagi Ayah untuk menemani istri setelah melahirkan minimal 2 minggu.

ada aamiin untuk ini?

World Breastfeeding Week

  
Menyusui dan Bekerja. Mari Kita Sukseskan!

Ini ceritanya desain ulang logo WorldBreastfeedingWeek 2015, biar tampak cerah dan menyenangkan.

Gerigi: simbol para pekerja/perusahaan, ada dibelakang harapannya mereka memberi dukungan bagi pekerja dan keluarganya yang sedang memberikan ASI bagi anak-anaknya.
AyahASI: selalu berada disamping ibu menyusui untuk memberi dukungan penuh.
Jadi, @ID_AyahASI mendukung Pekan ASI Sedunia 2015

#Happinest Yang Enggak Happy

O4Ch93LM_400x400

@ernestprakasa lewat HAHAHA Corp. baru aja menggelar StandUp Special #Happinest_Jkt sebagai penutup rangkaian tour #Happinest di 9 kota sebelumnya. Acara #Happinest_Jkt digelar di Balai Sarbini, pertama kali gedung ini digunakan untuk event StandUp. Panggung bundar, lighting dan sound system yang yahud menjadi bagian dari kemegahan #Happinest_Jkt malam itu. Belum lagi 1000an orang yang memenuhi semua tempat duduk yang disediakan, aura acara ini bakal heboh dan keren udah berasa saat memasuki ruangan utama.

Panggung bundar #Happinest_Jkt | Photo: @piokharisma

Panggung bundar #Happinest_Jkt | Photo: @piokharisma

Panggung bunder emang jadi masalah buat orang yang belum bisa menguasai penonton dan panggung. Sialnya, tempat duduk gue emang berhadapan langsung dengan tempat duduk VIP dan Control Room, bisa ditebak, yang tampil diatas panggung pasti akan lebih banyak menghadap VIP. Rasa khawatir gue beneran jadi kenyataan ketika komika pertama, @sakdiyahmaruf tampil, hampir sepanjang penampilannya menghadap ke kursi VIP, membelakangi penonton yang ada di belakangnya, meski sesekali ia juga melempar senyum dan pandangan ke belakang, tapi itupun tidak memutar badannya, hanya kepalanya saja yang menoleh. Agak disayangkan sebenarnya, karena semua penonton punya hak yang sama untuk menikmati penampilan para komika malam itu. @chevrinAnayang juga minim menyapa semua penonton dari segala penjuru, komika lainnya, yaitu @SachaStevenson dan @ArditErwandha cukup baik menggunakan ruang panggung bundar itu secara maksimal.

Membantu Istri Menyusui?

Si Kecil Ga Nahan Ngantuk, @KebunRayaBogor

Saya termasuk orang yang enggak begitu mengenal dekat sosok Ayah. Enggak begitu banyak memori antara saya dan Ayah saya. Almarhum Ayah termasuk orang yang sibuk bekerja, mungkin gaji seorang PNS tidak mencukupi untuk kebutuhan keluarga, hingga sore hari pun harus tetap bekerja sebagai mantri di Puskesmas dekat rumah. Belum lagi kesibukannya sebagai pengurus RW dan pengurus salah satu underbow partai. Kami, nyarih sudah terbiasa tanpa sosok Ayah di rumah. Ketika beliau meninggal dunia pun, tidak terlalu lama kami beradaptasi tanpa kehadirannya, mungkin karena kami sudah terbiasa tanpa ada beliau. Meski kesedihan pasti ada, apalagi suasana Ramadhan dan Idul Fitri.

 

Ketika saya punya anak, ada keinginan yang dalam untuk selalu dekat dengan anak. Bagaimanapun caranya dia harus punya memori sosok seorang ayah yang bisa menjadi teman. Saya sadar, seorang Ayah memiliki waktu yang sangat terbatas untuk bisa bersama anaknya. Kita – para ayah – sesungguhnya hanya punya tujuh tahun pertama dalam kehidupannya untuk bisa dekat dengan anak kita. Di tujuh tahun kedua dia mulai sibuk dengan sekolah dasar dan teman-temannya. Di tujuh tahun kedua sudah mulai pergi bersama teman-teman SMP-SMU nya, mulai punya dunianya sendiri. Apalagi kalau kita beneran tenggelam dalam kesibukan. By the end of the day, kita mulai kangen masa-masa dia waktu kecil dan makan bersama keluarga menjadi formalitas belaka.

 

Saya enggak mau seperti itu, saya mau anak saya punya memori yang seru dalam masa pertumbuhan dengan Ayahnya. Itu kenapa, saya mau terlibat dalam proses menyusui. Awalnya, menyusui memang seperti monopoli si ibu dan si anak. Hampir tidak ada ruang untuk seorang Ayah terlibat di dalamnya, apalagi kalau kita sudah menutup diri dan menganggap menyusui memang urusan istri. Masalahnya, menyusui enggak semudah seorang bayi menghisap payudara lalu ASI keluar begitu saja. Menyusui adalah bentuk komunikasi antara bayi dengan si ibu, antara tubuh bayi dengan tubuh ibu dan antara bayi, ibu dan ayah. Bagaimana mungkin?

 

Payudara memiliki cara kerjanya sendiri yang tidak bisa digantikan oleh alat secanggih apapun oleh ratusan profesor manapun. Ada dua hormon yang memiliki peranan penting dalam menyusui, yaitu Hormon Prolaktin dan Hormon Oksitosin. Hormon prolaktin erat kaitannya dengan produksi ASI, sementara Hormon Oksitosin erat kaitannya dengan kelancaran ASI yang keluar. Hebatnya, hormon oksitosin ini dipengaruhi oleh perasaan dan pikiran seorang ibu dan bisa di rangsang dengan sentuhan, gambar dan suara. Semua perasaan positif akan meningkatkan hormon oksitosin yang artinya akan membuat ASI deras keluar, sebaliknya jika banyak unsur negatif maka akan menghambat hormon oksitosin dan membuat ASI seret. Jadi, apa yang bisa kita – para suami – membantu istri dalam proses menyusui agar ASI tetap lancar dan bisa sukses hingga 2 tahun atau lebih? Beberapa hal ini mungkin bisa di coba:

  • Be A Nice Personal Assistant, jika sedang ada di rumah atau pulang kerja, terlibatlah dalam mengurus bayi, menggendongnya, membuat dia tertidur, menggantikan popok, ngajak ngobrol, bermain dan lainnya. Biarkan istri kita beristirahat sebentar. Kalo kita pulang ke rumah untuk beristirahat, lalu istri kita harus pulang kemana untuk beristirahat?
  • Be A Google Man, menyusui banyak tantangannya, mulai dari puting lecet hingga hasil perah yang mungkin menurun. Cari tau dan banyaklah membaca tentang ASI dan Menyusui, istri kita pasti enggak punya cukup banyak waktu untuk membaca atau riset tentang ini. Gunakan teknologi untuk membantu, follow akun twitter yang berkaitan dengan menyusui.
  •  Make your own surprise, istri selalu senang dengan kejutan kecil yang berarti. Yoih, kita ga perlu membelikan dia Tas Hermes dan LV terbaru atau satu setel daleman Victoria’s Secret untuk bikin dia seneng. Tapi cukup membuatkan istri sarapan, makan malam atau sekedar memberikan pijitan tanpa di minta. Atau berikan waktu untuk menikmati waktunya sendiri di salon selama seharian. Rasa senang akan membuat hormon oksitosin meningkat dan ASI menjadi lancar.
  • Be A Guardian Angel, di Indonesia ada begitu banyak mitos seputar menyusui yang bisa mempengaruhi semangat seorang ibu. Suami harus menjadi benteng pertahanan istri dari segala serangan mitos tersebut. Suami bagaimanapun adalah benteng terakhir seorang istri, jangan biarkan dia merasa berjuang sendirian mengurus anak. Percayalah, menjadi orang tua bukan tugas seorang istri. Menjadi orang tua bukan pekerjaan atau profesi, karenanya adalah tugas seorang suami dan istri untuk menjadi orang tua dan mengurus anak.
  • Best Nurse Ever, menghubungi dokter atau konselor laktasi mungkin akan memakan waktu agak lama ketika istri menemuai tantangan dalam menyusui, apalagi ketika puting lecet atau halangan lainnya. Cari tau segala hal tentang common problems pada menyusui dan cara mengatasinya. Jadilah perawat no.1 bagi istri ketika menyusui.

Last but not least. Find Your Own Support. Kita paling tau siapa istri kita dan bagaimana membuat dirinya nyaman dan senang. Cari cara sendiri untuk memberikan dukungan buat istri kita. Apapun bentuknya pasti seorang istri akan menghargai usaha kita. Bukankah menikah itu untuk mencapai tujuan bersama? Kalau tidak berusaha bersama lalu apa jadinya?

Happy Breastfeeding. 


Artikel ini saya tulis dalam rangka World Breastfeeding Week 2012 hasil kerjasama antara www.mommiesdaily.com dengan @ID_AyahASI.

seperti yang ditampilkan di www.mommiesdaily.comhttp://mommiesdaily.com/2012/08/07/id_ayahasi-membantu-istri-menyusui-menyenangkan/

Archives