IMG_1892

#Happinest, Enggak Happy

O4Ch93LM_400x400

@ernestprakasa lewat HAHAHA Corp. baru aja menggelar StandUp Special #Happinest_Jkt sebagai penutup rangkaian tour #Happinest di 9 kota sebelumnya. Acara #Happinest_Jkt digelar di Balai Sarbini, pertama kali gedung ini digunakan untuk event StandUp. Panggung bundar, lighting dan sound system yang yahud menjadi bagian dari kemegahan #Happinest_Jkt malam itu. Belum lagi 1000an orang yang memenuhi semua tempat duduk yang disediakan, aura acara ini bakal heboh dan keren udah berasa saat memasuki ruangan utama.

Panggung bundar #Happinest_Jkt | Photo: @piokharisma

Panggung bundar #Happinest_Jkt | Photo: @piokharisma

Panggung bunder emang jadi masalah buat orang yang belum bisa menguasai penonton dan panggung. Sialnya, tempat duduk gue emang berhadapan langsung dengan tempat duduk VIP dan Control Room, bisa ditebak, yang tampil diatas panggung pasti akan lebih banyak menghadap VIP. Rasa khawatir gue beneran jadi kenyataan ketika komika pertama, @sakdiyahmaruf tampil, hampir sepanjang penampilannya menghadap ke kursi VIP, membelakangi penonton yang ada di belakangnya, meski sesekali ia juga melempar senyum dan pandangan ke belakang, tapi itupun tidak memutar badannya, hanya kepalanya saja yang menoleh. Agak disayangkan sebenarnya, karena semua penonton punya hak yang sama untuk menikmati penampilan para komika malam itu. @chevrinAnayang juga minim menyapa semua penonton dari segala penjuru, komika lainnya, yaitu @SachaStevenson dan @ArditErwandha cukup baik menggunakan ruang panggung bundar itu secara maksimal.

Membantu Istri Menyusui?

Si Kecil Ga Nahan Ngantuk, @KebunRayaBogor

Saya termasuk orang yang enggak begitu mengenal dekat sosok Ayah. Enggak begitu banyak memori antara saya dan Ayah saya. Almarhum Ayah termasuk orang yang sibuk bekerja, mungkin gaji seorang PNS tidak mencukupi untuk kebutuhan keluarga, hingga sore hari pun harus tetap bekerja sebagai mantri di Puskesmas dekat rumah. Belum lagi kesibukannya sebagai pengurus RW dan pengurus salah satu underbow partai. Kami, nyarih sudah terbiasa tanpa sosok Ayah di rumah. Ketika beliau meninggal dunia pun, tidak terlalu lama kami beradaptasi tanpa kehadirannya, mungkin karena kami sudah terbiasa tanpa ada beliau. Meski kesedihan pasti ada, apalagi suasana Ramadhan dan Idul Fitri.

 

Ketika saya punya anak, ada keinginan yang dalam untuk selalu dekat dengan anak. Bagaimanapun caranya dia harus punya memori sosok seorang ayah yang bisa menjadi teman. Saya sadar, seorang Ayah memiliki waktu yang sangat terbatas untuk bisa bersama anaknya. Kita – para ayah – sesungguhnya hanya punya tujuh tahun pertama dalam kehidupannya untuk bisa dekat dengan anak kita. Di tujuh tahun kedua dia mulai sibuk dengan sekolah dasar dan teman-temannya. Di tujuh tahun kedua sudah mulai pergi bersama teman-teman SMP-SMU nya, mulai punya dunianya sendiri. Apalagi kalau kita beneran tenggelam dalam kesibukan. By the end of the day, kita mulai kangen masa-masa dia waktu kecil dan makan bersama keluarga menjadi formalitas belaka.

 

Saya enggak mau seperti itu, saya mau anak saya punya memori yang seru dalam masa pertumbuhan dengan Ayahnya. Itu kenapa, saya mau terlibat dalam proses menyusui. Awalnya, menyusui memang seperti monopoli si ibu dan si anak. Hampir tidak ada ruang untuk seorang Ayah terlibat di dalamnya, apalagi kalau kita sudah menutup diri dan menganggap menyusui memang urusan istri. Masalahnya, menyusui enggak semudah seorang bayi menghisap payudara lalu ASI keluar begitu saja. Menyusui adalah bentuk komunikasi antara bayi dengan si ibu, antara tubuh bayi dengan tubuh ibu dan antara bayi, ibu dan ayah. Bagaimana mungkin?

 

Payudara memiliki cara kerjanya sendiri yang tidak bisa digantikan oleh alat secanggih apapun oleh ratusan profesor manapun. Ada dua hormon yang memiliki peranan penting dalam menyusui, yaitu Hormon Prolaktin dan Hormon Oksitosin. Hormon prolaktin erat kaitannya dengan produksi ASI, sementara Hormon Oksitosin erat kaitannya dengan kelancaran ASI yang keluar. Hebatnya, hormon oksitosin ini dipengaruhi oleh perasaan dan pikiran seorang ibu dan bisa di rangsang dengan sentuhan, gambar dan suara. Semua perasaan positif akan meningkatkan hormon oksitosin yang artinya akan membuat ASI deras keluar, sebaliknya jika banyak unsur negatif maka akan menghambat hormon oksitosin dan membuat ASI seret. Jadi, apa yang bisa kita – para suami – membantu istri dalam proses menyusui agar ASI tetap lancar dan bisa sukses hingga 2 tahun atau lebih? Beberapa hal ini mungkin bisa di coba:

  • Be A Nice Personal Assistant, jika sedang ada di rumah atau pulang kerja, terlibatlah dalam mengurus bayi, menggendongnya, membuat dia tertidur, menggantikan popok, ngajak ngobrol, bermain dan lainnya. Biarkan istri kita beristirahat sebentar. Kalo kita pulang ke rumah untuk beristirahat, lalu istri kita harus pulang kemana untuk beristirahat?
  • Be A Google Man, menyusui banyak tantangannya, mulai dari puting lecet hingga hasil perah yang mungkin menurun. Cari tau dan banyaklah membaca tentang ASI dan Menyusui, istri kita pasti enggak punya cukup banyak waktu untuk membaca atau riset tentang ini. Gunakan teknologi untuk membantu, follow akun twitter yang berkaitan dengan menyusui.
  •  Make your own surprise, istri selalu senang dengan kejutan kecil yang berarti. Yoih, kita ga perlu membelikan dia Tas Hermes dan LV terbaru atau satu setel daleman Victoria’s Secret untuk bikin dia seneng. Tapi cukup membuatkan istri sarapan, makan malam atau sekedar memberikan pijitan tanpa di minta. Atau berikan waktu untuk menikmati waktunya sendiri di salon selama seharian. Rasa senang akan membuat hormon oksitosin meningkat dan ASI menjadi lancar.
  • Be A Guardian Angel, di Indonesia ada begitu banyak mitos seputar menyusui yang bisa mempengaruhi semangat seorang ibu. Suami harus menjadi benteng pertahanan istri dari segala serangan mitos tersebut. Suami bagaimanapun adalah benteng terakhir seorang istri, jangan biarkan dia merasa berjuang sendirian mengurus anak. Percayalah, menjadi orang tua bukan tugas seorang istri. Menjadi orang tua bukan pekerjaan atau profesi, karenanya adalah tugas seorang suami dan istri untuk menjadi orang tua dan mengurus anak.
  • Best Nurse Ever, menghubungi dokter atau konselor laktasi mungkin akan memakan waktu agak lama ketika istri menemuai tantangan dalam menyusui, apalagi ketika puting lecet atau halangan lainnya. Cari tau segala hal tentang common problems pada menyusui dan cara mengatasinya. Jadilah perawat no.1 bagi istri ketika menyusui.

Last but not least. Find Your Own Support. Kita paling tau siapa istri kita dan bagaimana membuat dirinya nyaman dan senang. Cari cara sendiri untuk memberikan dukungan buat istri kita. Apapun bentuknya pasti seorang istri akan menghargai usaha kita. Bukankah menikah itu untuk mencapai tujuan bersama? Kalau tidak berusaha bersama lalu apa jadinya?

Happy Breastfeeding. 


Artikel ini saya tulis dalam rangka World Breastfeeding Week 2012 hasil kerjasama antara www.mommiesdaily.com dengan @ID_AyahASI.

seperti yang ditampilkan di www.mommiesdaily.comhttp://mommiesdaily.com/2012/08/07/id_ayahasi-membantu-istri-menyusui-menyenangkan/

Alasan gue kenapa ikut cerewet soal ASI

Sampe sekarang sesungguhnya gue enggak begitu paham kenapa masalah ASI dan Susu Formula sangat begitu sensitif buat banyak orang. Satu sisi gue paham, enggak ada satupun orang tua di dunia ini yang ingin di cap sebagai orang tua yang buruk. But wait, pertanyaan kemudian adalah, siapa yang bilang kalo adalah orang tua yang memberikan Susu Formula ke anaknya dianggap buruk? Gue pun pernah memberikan anak gue Susu Formula, meski hanya berkisar 3 minggu.
Semua orang tua pasti punya alasan khusus kenapa harus memberkan Susu Formula, utamanya pada enam bulan pertama, meski akan lebih mantep kalau bisa sampai satu tahun bahkan hingga dua tahun.

Sebelum menikah dan punya anak, gue sama sekali enggak peduli sama yang namanya ASI. Oke, gue tahu tentang ASI. Air Susu Ibu. Gue juga tahu bahwa itu adalah asupan yang baik buat anak bayi. Tapi semua itu berubah begitu gue dan @adamayantie ikutan kelas ASI-nya @aimi-asi. Nambah pengen kasih ASI begitu anak gue lahir prematur. Semakin terbuka mata gue begitu kumpul sama beberapa #AyahASI dan baca beberapa referensi tentang ASI dan Susu Formula.

Dari yang gue paham sih, sebenarnya banyak orang yang hanya memberikan informasi yang benar tentang ASI. Gue juga enggak setuju kalo ada orang yang men-judge bahwa memberikan Susu Formula itu dianggap orang tua yang buruk. Kalaupun ada yang merasa “sensitif” dengan informasi ASI yang benar tersebut, harusnya cukup dijadikan pelajaran dan motivasi buat kemudian hari. Pengalaman gue memberikan ASI sama anak gue cukup seru, kita pernah sampai pada titik ingin menyerah, dan memutuskan memberikan Susu Formula sama anak kita. Beruntung waktu itu anak kita enggak terlalu suka dengan Susu Formula, enggak pernah habis, dan agak susah minumnya. Jadilah kita juga cari bantuan kesana kemari, dan minta dukungan secara virtual lewat twitter. And it works. From my humble opinion, ini cuma masalah komitmen dan masalah mau apa enggak mau. Kalau mau, pasti apapun diusahakan.

 

Cuti AyahASI

@a_rahmathidayat: Menurut gue, kalo pemerintah udah aware sama Breastfeeding Father,mungkin kita bisa menuntut hak untuk dapet Cuti Menyusui 🙂 #cutiAyahASI

@a_rahmathidayat: Bukan ga mungkin loh, oktober 2010 lalu, pengadilan di Spanyol mengabulkan tuntutan itu #cutiAyahASI

@a_rahmathidayat: Meski bukan berbulan-bulan kaya si ibu,tapi si ayah bisa datang agak telat atau pulang lebih cepat 1 atau ½ jam dari kantor #cutiAyahASI

@a_rahmathidayat: Itu terjadi gara” seorang pria bernama Pedro Manuel Roca Alvarez ditolak sama perusahaanya ketika mengajukan Breastfeeding Leave #cutiAyahASI

@a_rahmathidayat: Pengadilan spanyol mengatakan bahwa hukum yang ada terbukti diskriminatif terhadap jenis kelamin #cutiAyahASI

@a_rahmathidayat: Ayah harusnya juga mendapat kesempatan yang sama untuk dapat Cuti Melahirkan/Menyusui #cutiAyahASI

@a_rahmathidayat: Amerika mengenal yang namanya Paternity Leave lewat UU the Family Medical Leave Act (FMLA) #cutiAyahASI

@a_rahmathidayat: Paternity Leave dikhususkan bagi ayah untuk cuti/libur dari pekerjaanya, tujuannya agar memiliki waktu untuk mengurus anak #cutiAyahASI

@a_rahmathidayat: pasal 7 UU No.12/1998 ttg Kependudukan menyebutkan bahwa kita berhak utk mewujudkan keluarga sejahtera #cutiAyahASI

@a_rahmathidayat: pasal 128 UU No.36/2009 ttg Kesehatan menyebutkan Selama mberi ASI, pihak keluarga, Pemerintah, pemda, dan masyarakat.. #cutiAyahASI

@a_rahmathidayat: …harus mendukung ibu bayi secara penuh dengan penyediaan waktu dan fasilitas khusus. #cutiAyahASI

@a_rahmathidayat: Tuh kan, ada peluang, bahwa pemerintah harus menyediakan waktu khusus untuk suksesnya ASIX #cutiAyahASI

@a_rahmathidayat: Nah, lumayan kan kita bisa ikutan Cuti Menyusui juga..demikian #cutiAyahASI

Tangisan, ASI dan Sukabumi

Pengalaman ini emang seru banget buat gue dan Keenan (5 bulan). Kejadiannya dimulai ketika istri gue harus berangkat mengurus outbound dari Kementerian Perikanan dan Kelautan di Sukabumi selama tiga hari dua malam. Semua persiapan selama istri gue pergi udah disiapin, mulai dari baju-baju hingga tentunya yang utama, ASIP. ASIP-nya emang enggak banyak, tapi sangat cukup selama istri gue pergi tiga hari itu. Hari Jum’at pagi istri gue berangkat, sesuai dengan kebiasaan anak gue, pagi jam 7-10 biasanya Keenan udah minum ASI, mandi dan main ala kadarnya. Jam 10an biasanya dia udah ngantuk dan melanjutkan tidurnya lagi. Meski ada Ibu Mertua, tapi gue yang nyiapin ASIP-nya. Maklum, kadang Ibu Mertua suka agak berlebihan ngasih ASIP-nya, nangis sedikit pasti langsung diminumin. Padahalkan enggak setiap tangisan bayi berarti haus.

Hari pertama berjalan lancar, gue udah nyiapin ASIP sesuai dengan jadwal biasanya dia minum. Dari hitungan gue, stok ASIP yang ada harusnya sudah cukup sampe istri gue balik. Sehari paling enggak Keenan bisa menghabiskan 5-6 botol, rata-rata 100-120 ml/botol. Hari Jum’at pun terlewati dengan lancar, semua masih on the track. Kejadian Sabtu yang agak seru, kebetulan hari Sabtu itu gue harus masuk kantor. Ada pekerjaan yang harus gue selesaikan, daripada hari Senin berangkat pagi-pagi menggila, atau minggu malem ngerjain di rumah, gue sih lebih memilih sabtu masuk dan ngerjain di kantor. Setelah melakukan rutinitas seperti biasa dengan Keenan dipagi hari, maen, mandi, minum ASI dan menidurkannya, gue pun siap-siap buat berangkat ke kantor. Sabtu dan Minggu meski hari libur umat sedunia, gue emang harus kerja sampingan buat nemenin pendengar setia gue #eaaaa. Siaran radio maksudnya. Jadilah habis nyelesein kerjaan kantor, sore harinya gue langsung siaran sampe malem. ASIP seperti biasa udah gue siapin, dan asumsinya mencukupi sampe hari minggu.