Same Sex Marriage; Yes or No?

Artikel dibawah ini terlalu menarik untuk enggak gue taro di blog ini. Kurang lebih mewakili pendapat gue soal Same Sex Marriage yang baru aja dilegalkan di US. Gue sendiri enggak ada masalah soal LGBT, bertahun-tahun kerjaan gue juga berhubungan sama temen-temen ini. Prinsip gue sederhana, elo udah dewasa, gue menghargai pilihan elo, soal dosa itu urusan elo sama Tuhan. Itu kenapa sampe sekarang gue berteman baik dengan temen-temen LGBT.

Tulisan ini menarik karena ditulis oleh seorang gay, meski dia menggunakan nama samaran. Silahkan dibaca.

diambil dari http://thefederalist.com/

diambil dari http://thefederalist.com/

I’m Gay, And I Oppose Same-Sex Marriage; I want nothing in this world more than to be a father. Yet I can’t bring myself to celebrate same-sex marriage.

Gay marriage has gone from unthinkable to reality in the blink of an eye. A recent Washington Post/ABC News poll shows that support for gay marriage is now at 61 percent—the highest it’s ever been. On Tuesday, the Supreme Court will hear arguments in the case that many court-watchers believe will deliver the final blow to those seeking to prevent the redefinition of marriage. By all measures, this fight is over. Gay marriage won.

As a 30-year-old gay man, one would expect me to be ecstatic. After all, I’m at that age where people tend to settle down and get married. And there is nothing in this world I want more than to be a father and raise a family. Yet I can’t seem to bring myself to celebrate the triumph of same-sex marriage. Deep down, I know that every American, gay or straight, has suffered a great loss because of this.

Punya Blog Juga

Iyah…akhirnya gue memutuskan untuk beli domain sendiri, biar gampang dan pengen nyatuin semua postingan gue dalam satu website aja.

Dulu sering banget posting di facebook, lalu semuanya gue pindahin di tumblr, beberapa tulisan soal ASI dan Menyusui juga menyebar di beberapa tempat.

Belum lagi ada begitu banyak foto yang tersimpan rapih di folder harddisk external gue, menunggu tempat yang pas untuk di tampilkan.

so there you go, akhirnya gue buat juga www.hidayatrahmat.com

selamat menikmati.

Weaning With Love

Menyapih dengan cinta. Gue yakin enggak ada orang tua yang enggak mau menyapih dengan cinta. Gue sih ga nemu definisi baku tentang menyapih dengan cinta, menurut gue menyapih dengan cinta adalah sebuah proses kesepakatan antara ibu-ayah dan anak untuk berhenti menyusui. Gue lebih memilih untuk tidak memaksa anak untuk berhenti dengan memisahkan anak dari ibunya, memberikan pahit-pahitan atau hal lainnya, tapi gue lebih memilih memberhentikannya melalui proses penyadaran dengan komunikasi yang intensif. Gue ga bilang dengan cara memisahkan anak atau memberikan pahit-pahitan itu ga baik, itu sih balik lagi ke keputusan orang tua tentang bagaimana caranya menyapih. Gue hargai apapun itu. Menurut gue, memulai menyusuinya saja tanpa hal yang memaksa begitu, maka menyelesaikannya juga sebaiknya tanpa hal yang memaksa begitu. Tapi kadang kondisi berkata lain bukan?

Gue cuma mau berbagi beberapa langkah untuk mempermudah melakukan proses menyapih, tapi, ini ga bisa dilakukan hanya oleh si ibu dan si anak, butuh dukungan dari si ayah dan keluarga terdekat.

a)      Tetapkan Deadline

Ga perlu nunggu anak kita berusia 2 tahun baru mikir kapan menyapih, lebih baik semenjak usia 6 bulan atau 1 tahun udah mulai tentukan kapan anak akan disapih. Ini kesepakatan si ibu dan si ayah. Mau dibawah 2 tahun juga boleh, tapi memang sebaiknya memang meneruskan menyusui hingga anak berusia 2 tahun. Tapi sebenarnya proses menyapih bisa dimulai sebelum anak berusia 2 tahun. Nah, kalo lo sendiri kapan?

 

[Mitos Ibu Menyusui] Makanan Panas/Dingin

Pertanyaan

@rustam_twit: apa sih pengaruhnya minuman panas/dingin (es) kalo di minum ibu menyusui? Katanya kalo minum yang panas-panas bisa bikin lidah bayi putih-putih yah? Terus kalo minum dingin bikin bayi jadi pilek? Gimana sih yang bener?

(pertanyaan diambil dari TL @ID_AyahASI)

Jawaban

Biar lebih jelas, kita perlu tahu dulu sistem pencernaan tubuh manusia. Kemana sebenarnya makanan atau minuman yang kita konsumsi berjalan di dalam tubuh kita? Apakah langsung ke payudara? Atau kemana?

Gambar: sistem pencernaan manusia (gambar diambil tanpa izin dari www.healthcentral.com)

Balik lagi ke zaman SMP nih, sistem pencernaan manusia terdiri dari rongga mulut, esofagus (kerongkongan), lambung, usus halus, usus besar, rektum dan anus. Kalo liat ke sistem pencernaan kita, enggak ada satupun yang menyebutkan payudara. Jadi semua yang di konsumsi ibu menyusui pasti akan masuk dulu ke rongga mulut, lalu kerongkongan, lalu lambung, usus halus yang bertugas menyerap sari makanan dan usus besar.

Nah, pertanyaannya kemudian adalah, apakah minuman dingin akan tetap dingin di dalam tubuh? dan apakah minuman panas akan tetap panas juga?

Membantu Istri Menyusui?

Si Kecil Ga Nahan Ngantuk, @KebunRayaBogor

Saya termasuk orang yang enggak begitu mengenal dekat sosok Ayah. Enggak begitu banyak memori antara saya dan Ayah saya. Almarhum Ayah termasuk orang yang sibuk bekerja, mungkin gaji seorang PNS tidak mencukupi untuk kebutuhan keluarga, hingga sore hari pun harus tetap bekerja sebagai mantri di Puskesmas dekat rumah. Belum lagi kesibukannya sebagai pengurus RW dan pengurus salah satu underbow partai. Kami, nyarih sudah terbiasa tanpa sosok Ayah di rumah. Ketika beliau meninggal dunia pun, tidak terlalu lama kami beradaptasi tanpa kehadirannya, mungkin karena kami sudah terbiasa tanpa ada beliau. Meski kesedihan pasti ada, apalagi suasana Ramadhan dan Idul Fitri.

 

Ketika saya punya anak, ada keinginan yang dalam untuk selalu dekat dengan anak. Bagaimanapun caranya dia harus punya memori sosok seorang ayah yang bisa menjadi teman. Saya sadar, seorang Ayah memiliki waktu yang sangat terbatas untuk bisa bersama anaknya. Kita – para ayah – sesungguhnya hanya punya tujuh tahun pertama dalam kehidupannya untuk bisa dekat dengan anak kita. Di tujuh tahun kedua dia mulai sibuk dengan sekolah dasar dan teman-temannya. Di tujuh tahun kedua sudah mulai pergi bersama teman-teman SMP-SMU nya, mulai punya dunianya sendiri. Apalagi kalau kita beneran tenggelam dalam kesibukan. By the end of the day, kita mulai kangen masa-masa dia waktu kecil dan makan bersama keluarga menjadi formalitas belaka.

 

Saya enggak mau seperti itu, saya mau anak saya punya memori yang seru dalam masa pertumbuhan dengan Ayahnya. Itu kenapa, saya mau terlibat dalam proses menyusui. Awalnya, menyusui memang seperti monopoli si ibu dan si anak. Hampir tidak ada ruang untuk seorang Ayah terlibat di dalamnya, apalagi kalau kita sudah menutup diri dan menganggap menyusui memang urusan istri. Masalahnya, menyusui enggak semudah seorang bayi menghisap payudara lalu ASI keluar begitu saja. Menyusui adalah bentuk komunikasi antara bayi dengan si ibu, antara tubuh bayi dengan tubuh ibu dan antara bayi, ibu dan ayah. Bagaimana mungkin?

 

Payudara memiliki cara kerjanya sendiri yang tidak bisa digantikan oleh alat secanggih apapun oleh ratusan profesor manapun. Ada dua hormon yang memiliki peranan penting dalam menyusui, yaitu Hormon Prolaktin dan Hormon Oksitosin. Hormon prolaktin erat kaitannya dengan produksi ASI, sementara Hormon Oksitosin erat kaitannya dengan kelancaran ASI yang keluar. Hebatnya, hormon oksitosin ini dipengaruhi oleh perasaan dan pikiran seorang ibu dan bisa di rangsang dengan sentuhan, gambar dan suara. Semua perasaan positif akan meningkatkan hormon oksitosin yang artinya akan membuat ASI deras keluar, sebaliknya jika banyak unsur negatif maka akan menghambat hormon oksitosin dan membuat ASI seret. Jadi, apa yang bisa kita – para suami – membantu istri dalam proses menyusui agar ASI tetap lancar dan bisa sukses hingga 2 tahun atau lebih? Beberapa hal ini mungkin bisa di coba:

  • Be A Nice Personal Assistant, jika sedang ada di rumah atau pulang kerja, terlibatlah dalam mengurus bayi, menggendongnya, membuat dia tertidur, menggantikan popok, ngajak ngobrol, bermain dan lainnya. Biarkan istri kita beristirahat sebentar. Kalo kita pulang ke rumah untuk beristirahat, lalu istri kita harus pulang kemana untuk beristirahat?
  • Be A Google Man, menyusui banyak tantangannya, mulai dari puting lecet hingga hasil perah yang mungkin menurun. Cari tau dan banyaklah membaca tentang ASI dan Menyusui, istri kita pasti enggak punya cukup banyak waktu untuk membaca atau riset tentang ini. Gunakan teknologi untuk membantu, follow akun twitter yang berkaitan dengan menyusui.
  •  Make your own surprise, istri selalu senang dengan kejutan kecil yang berarti. Yoih, kita ga perlu membelikan dia Tas Hermes dan LV terbaru atau satu setel daleman Victoria’s Secret untuk bikin dia seneng. Tapi cukup membuatkan istri sarapan, makan malam atau sekedar memberikan pijitan tanpa di minta. Atau berikan waktu untuk menikmati waktunya sendiri di salon selama seharian. Rasa senang akan membuat hormon oksitosin meningkat dan ASI menjadi lancar.
  • Be A Guardian Angel, di Indonesia ada begitu banyak mitos seputar menyusui yang bisa mempengaruhi semangat seorang ibu. Suami harus menjadi benteng pertahanan istri dari segala serangan mitos tersebut. Suami bagaimanapun adalah benteng terakhir seorang istri, jangan biarkan dia merasa berjuang sendirian mengurus anak. Percayalah, menjadi orang tua bukan tugas seorang istri. Menjadi orang tua bukan pekerjaan atau profesi, karenanya adalah tugas seorang suami dan istri untuk menjadi orang tua dan mengurus anak.
  • Best Nurse Ever, menghubungi dokter atau konselor laktasi mungkin akan memakan waktu agak lama ketika istri menemuai tantangan dalam menyusui, apalagi ketika puting lecet atau halangan lainnya. Cari tau segala hal tentang common problems pada menyusui dan cara mengatasinya. Jadilah perawat no.1 bagi istri ketika menyusui.

Last but not least. Find Your Own Support. Kita paling tau siapa istri kita dan bagaimana membuat dirinya nyaman dan senang. Cari cara sendiri untuk memberikan dukungan buat istri kita. Apapun bentuknya pasti seorang istri akan menghargai usaha kita. Bukankah menikah itu untuk mencapai tujuan bersama? Kalau tidak berusaha bersama lalu apa jadinya?

Happy Breastfeeding. 


Artikel ini saya tulis dalam rangka World Breastfeeding Week 2012 hasil kerjasama antara www.mommiesdaily.com dengan @ID_AyahASI.

seperti yang ditampilkan di www.mommiesdaily.comhttp://mommiesdaily.com/2012/08/07/id_ayahasi-membantu-istri-menyusui-menyenangkan/

Archives