Kriminalisasi Pembeli Seks; Belum Saatnya

Belakangan isu kriminalisasi pembeli seks ramai dibicarakan dikalangan penggiat isu HIV-AIDS. PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) adalah LSM yang pertama kali mencetuskan ide ini secara luas. “Sikap resmi” ini disuarakan oleh PKBI pada peringatan Hari AIDS Sedunia pada 1 Desember 2013 di Bundara HI. Banyak pihak yang menolak ide ini, KPAN dalam pernyataan resminya[1] juga menolak wacana yang berkembang ini, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi juga tampaknya tidak sejalan dengan ide ini, beliau mengatakan bahwa pada tahap ini kita coba dulu dengan motivasi, dengan mendorong penggunaan kondom. Kalau memang bisa dihukum, dengan agama itu mungkin bisa. Kalau kita dari sisi kesehatan, setiap orang dibantu untuk sehat[2].

Saya tidak ingin membahas apakah wacana kriminalisasi pembeli seks ini akan berdampak signifikan terhadap penanggulangan HIV-AIDS di Indonesia, tapi saya ingin melihatnya dari sisi lain, dari sisi negara yang menjadi acuannya. Ada beberapa pihak yang mengatakan bahwa program HIV-AIDS di Indonesia yang telah berjalan hampir belasan tahun di Indonesia tidak membawa pengaruh yang signifikan terhadap kasus HIV-AIDS. Karenanya kemudian muncullah keinginan untuk mengangkat wacana baru dalam gerakan penanggulangan HIV-AIDS di Indonesia, “PKBI” kemudian mengusulkan wacana kriminalisasi laki-laki yang membeli seks. Menurut mereka, pelanggan inilah yang memiliki peran besar terhadap penyebaran virus HIV, dan menyebabkan semakin tingginya kasus HIV di ibu rumah tangga. Karenanya, harus di hukum.

Selamat Hari Ibu (Menyusui)

Ibu: [n] (1) wanita yg telah melahirkan seseorang; (2) sebutan untuk wanita yg sudah bersuami;

UNICEF dan WHO membuat rekomendasi pada ibu untuk menyusui eksklusif selama 6 bulan kepada bayinya. Sesudah 6 bulan bayi baru diberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI) dengan tetap memberikan ASI sampai minimal umur 2 tahun. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan juga merekomendasi kepada ibu untuk menyusui eksklusif selama 6 bulan kepada bayinya. Namun sayang, menurut Riset Kesehatan Dasar 2010, persentase bayi di Indonesia yang menyusui eksklusif sampai dengan 6 bulan hanya 15.3%.  Di beberapa negara di ASIA kondisinya juga tidak begitu baik, dalam media rilisnya, UNICEF sebutkan bahwa menurunnya angka menyusui eksklusif di ASIA sebagai sebuah alarm yang mengkhawatirkan. Di Thailand angkanya hanya 5%, Vietnam hanya 10%, China memiliki angka yang lumayan baik yaitu hanya 28%, secara global angka menyusui eksklusif pun cukup rendah yaitu hanya sebesar 32.6%.

Rendahnya angka menyusui di Indonesia tidak lepas dari pemasaran susu formula yang kurang beretika, kurangnya dukungan terhadap ibu menyusui dan banyaknya mitos seputar menyusui. Sesungguhnya tidak ada orang tua yang bisa disebut orang tua gagal ketika tidak bisa memberikan ASI kepada anaknya, justru masyarakatlah – termasuk kita semua – yang gagal memberikan dukungan terhadap seorang ibu untuk bisa menyusui. Sadar atau tidak sejak kecil hingga kita menikah dan melahirkan sebagian besar informasi yang kita dapatkan mengenai asupan bayi baru lahir adalah susu formula. Iklan susu formula hadir begitu maraknya dan ada dalam setiap aktifitas kita sehari hari. Iklan susu formula hadir di rumah, sekolah, pusat perbelanjaan dan sayangnya juga telah masuk ke layanan kesehatan anak sejak lama, baru-baru ini pun sudah hadir di posyandu.

 

GTM; sebuah opini

Iya, gue mungkin salah satu orang yang enggak percaya anak ga mau makan. Buat gue yang ada hanya anak belum mau makan. Itu kenapa gue ga percaya adanya GTM (Gerakan Tutup Mulut) pada anak. Kenapa harus bingung kalo anak ga mau makan? Beberapa jawaban kalo gue kasih pertanyaan itu pasti begini, “apa ga kelaperan nanti anaknya?” atau “nanti gizinya dari mana kalo ga makan?”.

Okeeeh..sebelum di rentet dengan berbagai pertanyaan, gue mau jelasin alasan kenapa gue ga percaya dengan GTM ini:

1.Kenalkan Rasa Lapar

Secara alami manusia udah dikasih rasa lapar. Prinsipnya sederhana, kalo lapar maka kita akan makan. Ini ga terjadi secara tiba-tiba tapi ada hormon yang mengaturnya.  Jadi sebenarnya anak ga akan membiarkan dirinya kelaparan. Pertanyaan mendasar buat kita orang tua adalah? Apakah anak kita merasa lapar? Atau hanya kita yang mengira-ngira kalo anak kita lapar?

Okeh, ini agak sedikit akademis, tapi menurut gue ini penting untuk tau bagaimana tubuh menciptakan rasa lapar dan rasa kenyang. Ini penting karena kalo anak ga pernah merasa lapar anak ga akan makan. Jadi, kenalkanlah anak dengan rasa lapar.

Jadi gini, didalam tubuh kita ada dua hormon yang bekerja kaya saklar lampu, matiin dan hidupin. Namanya Hormon Ghrelin dan Hormon Leptin, Hormon Ghrelin mengeluarkan rasa lapar dan Hormon Leptin menekan rasa lapar atau kasih tanda kalo kita udah kenyang. Lapar terjadi karena tubuh butuh energi untuk metabolisme, ketika butuh energi maka tubuh akan bekerja secara otomatis untuk meminta bahan bakar. Pada tahap ini biasanya tingkat gula darah dalam tubuh juga rendah. Ketika tidak ada bahan bakar didalam tubuh, yang itu berarti ketika perut kita kosong maka lambung akan mengeluarkan hormon ghrelin, hormon ini akan mengirim sinyal ke otak, menimbulkan rasa lapar dan memerintahkan kita untuk segera makan. Nah, coba tanya sama diri sendiri, anak kita udah lapar belum? Ini kenapa gue percaya seorang bayi / anak enggak akan membiarkan dirinya kelaparan.

Tau makanan sehat tapi kok ga dimakan?

Gue udah hampir setahun menerapkan pola makan berdasarkan Food Combining. Gue selalu senang berbagi tentang Food Combining, pola makan yang aneh untuk sementara orang. Karena kebanyakan orang selalu berpikiran kalo mau sehat itu yah diet. Diet yang dimaksud adalah membatasi makan, bukan mengubah pola makan dan cara makan. Food Combining buka diet, tapi lebih mengatur pola dan cara makan.

Gue suka kasian kalo ngeliat orang diet, kayanya sengsara banget ga boleh makan ini itu. Bahkan ada yang pagi dan malem kerjaannya cuma minum susu doang. Halah. Nyiksa menurut gue sih. Setelah gue baca-baca tentang Food Combining gue tertarik, menurut gue Food Combining adalah cara makan sehat yang cukup masuk akal. Ga perlu membiarkan diri gue tersiksa karena kelaparan, kalo laper gue tinggal makan. Makan apanya itu yang diatur.

Food Combining porsi makannya memang fokus ke sayur dan buah-buahan. Jenis makanan yang untuk sebagian besar orang porsinya sangat kecil. Di Food Combining, sayuran justru menjadi asupan utama. Karbohidrat atau yang sering diartikan hanya sebagai nasi dikasih porsi yang kecil dan bahkan hanya pada malam hari.

 

Bolehkah Minum Susu Formula?

Siapapun, pasti tahu lah kehebatan dari ASI. Bukan kapasitas gue untuk cerita itu, elu bisa googling aja lah untuk itu. Ada banyak pakar dan penelitian yang bilang kalo ASI emang udah paling hebat buat bayi baru lahir, paling tidak untuk enam bulan pertama dalam kehidupannya.

@erikarlebang, dalam kibulan susunya pernah bilang kalo sebenarnya pada usia dua tahun, manusia udah enggak butuh asupan susu, baik ASI maupun Susu Formula. Dalam agama gue disebutin paling tidak bisa menyusui sampai umurnya dua tahun. Mau tau kenapa? Baca aja kibulan susunya Erik di blog gue..scroll ke bawah aja yah J

Kalo ada orang tua yang mau kasih anaknya Susu Formula terus kenapa? Ga boleh?

Eits, sabar..jangan keburu sewot! Tapi ada baiknya elu juga cari informasi yang detail mengenai Susu Formula. Gue sih kasih saran jangan samakan bikin Susu Formula dengan bikin Minuman Energi yang lainnya kaya Milo atau Ovaltine. Jangan cuma sekedar masukin susu bubuknya, seduh air panas dan selesai. Nope! Enggak semudah itu!

Dalam tulisan sebelumnya gue pernah kasih tahu kalo WHO udah bikin panduan dalam menyiapkan Susu Formula yah. Catat! WHO a.k.a Organisasi Kesehatan Dunia yang bikin panduannya, ada banyak orang pinter juga disana, sama pinternya juga dengan orang yang bikin Susu Formula. Pasti ada alasan khusus kenapa WHO sampe harus bikin panduan untuk menyiapkan Susu Formula. Kenapa Organisasi Kesehatan Dunia sampe peduli banget hingga mereka harus repot-repot bikin panduan buat nyiapin Susu Formula, kenapa mereka enggak bikin panduan buat menyeduh teh dan kopi sekalian? Nah kenapa coba?  Pikiran deh, kalo udah ketemu kabarin gue yah?

Emang beneran enggak semudah itu dalam bikin Susu Formula?

Minat Baca (anak) Indonesia Tinggi!

Gue sama sekali engga begitu ngerti tentang dunia perbukuan sebelumnya, meski hobi membaca udah mulai disaat setiap hari Kamis pagi nungguin tukang koran anter majalah Bobo. Minat membaca (buku) baru ada ketika gue kuliah, bergabung dengan HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) mendorong gue untuk membaca, itu karena semua orang pas lagi dikusi selalu mengutip kata-kata dan kalimat dari penulis bukunya. Edan, pinter banget! pikir gue saat itu.

Semenjak saat itu, tiap bulan pasti ada aja buku yang gue beli, kalaupun enggak, pinjam meminjam buku udah sangat lazim di antara temen-temen, anehnya engga ada satupun buku yang berkaitan sama kegiatan belajar di kampus. Tapi disitulah serunya, secara ga langsung, kita diajarkan menghubungkan teori yang ada di buku dengan ajaran yang ada di kampus.

Ga selesai sampe disitu, begitu gue lulus dan balik ke Jakarta, secara ga sengaja gue ketemu sama Komunitas 1001buku, komunitas ini yang kemudian mengenalkan gue kepada isu perbukuan di Indonesia, dan entah kenapa, gue merasa pas “berjuang” di isu ini. Informasi tentang dunia buku gue bertambah ketika gue akhirnya keterima di Penerbit Erlangga, salah satu penerbit besar di dunia buku pelajaran.

Di Komunitas 1001buku, gue dapet pencerahan, bahwa minat baca anak indonesia sebenarnya tinggi! gue bingung, karena selama ini yang gue denger, justru minat baca di Indonesia paling rendah, ga cuma di dunia, tapi juga di ASEAN. Sekarang gue percaya, minat baca anak indonesia emang tinggi, yang rendah justru akses terhadap buku. Bayangin aja, ke perpustakaan sekolah terbatas masalah waktu, bukunya pun terkadang tidak terawat dan tidak menarik, perpustakaan daerah biasanya jauh, sampai disini jangan berharap ada perpustakaan kelurahan atau RW yang bisa diakses, yang ada biasanya cuma formalitas aja, ada 1-3 buku yang terpajang, dan ditempel tulisan PERPUSTAKAAN.

Damn! I Love Indonesia (n President)

Ratusan orang bersorak-sorai, menangis haru, di area pertambangan Acatama, Cile, ketika satu per satu dari 33 petambang ditarik ke permukaan mulai Selasa (12/10) pukul 22.55 hingga Rabu. Selama 69 hari, mereka terjebak hampir 700 meter di bawah permukaan tanah. Cile bangga atas operasi penyelamatan yang heroik ini.

Pinera menjadi presiden pada Januari lalu. Pendekatannya dalam menangani bencana alam, termasuk gempa bumi hebat dan kecelakaan tambang bawah tanah, membuat ia dipuji rakyatnya. Ia tidak melihat bencana dari kecil atau besarnya jumlah korban, tetapi dari sisi kemanusiaan. Sikap peduli dan cara Presiden menangani bencana turut memberikan semangat dan daya juang kepada korban.

Karena tindakannya tersebut saat ini Pinera bukan saja makin dicintai rakyatnya, tapi juga dipuja seluruh penduduk bumi. Proses penyelamatan 33 penambang tersebut telah membangkitkan semangat kemanusiaan setiap orang, dan mungkin telah menyatukan setiap negara yang bersiteru secara tidak langsung. Bangganya Cile memiliki Presiden yang begitu peduli terhadap setiap bencana pada rakyatnya, dan tidak melihat bencana dari kecil atau besarnya.

puanaaas…

Panas kayanya lagi menjadi tema minggu ini nih, puncaknya tadi malem, ketika PLN melakukan pemadaman listriknya disebagian wilayah Jakarta Timur tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Sampe tadi pagi, pas gue berangkat ke kantor, listrik belum nyala juga, 12 jam sudah listrik padam, untungnya air di bak mandi masih aman, yah paling enggak bisa mengguyur badan 3 kali lah.

Tidur tadi malem, selain bermandikan keringat, juga bermandikan gigitan nyamuk, ga hanya baju aja yang gue buka, jendela pun akhirnya gue buka juga, angin malam langsung masuk ke kamar, tentunya dia ga sendirian, nyamuk dari 2 RW yang berbeda pun langsung ikutan masuk. Alhamdulillah, tangan sama kaki ga bisa diem pas tidur.

Panasnya udara tadi malem pas mati lampu emang ga sepanas 2 istri bupati kediri yang saat ini lagi maju untuk pencalonan bupati. Dalam kampanyenya beberapa waktu lalu, bahkan 2 istri ini enggan berjabatan tangan. Hariyanti, istri pertama Bupati Sutrisno, pada waktu pendaftaran bersama pasanganya Maskuri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kediri diusung oleh PDI Perjuangan, Golkar, Hanura, PPP, dan PKNU. Pendaftaran Hariyanti didampingi langsung sang suami. Sementara pada sore harinya, Nurlalia datang ke KPU. Istri kedua Bupati Sutrisno itu didampingi pasangannya Turmudi Abror. Mereka diusung Partai Amanat Nasional dan sejumlah partai nonparlemen. Anehnya, walaupun saat ini Sutrisno tengah dibelit sejumlah kasus yang tengah ditangani kejaksaan dan polisi, yaitu proyek Simpang Lima Gumul yang menelan anggaran miliaran rupiah, kok yah partai-partai itu masih aja mau mencalonkan istri-istrinya. Emang ga ada orang lain di kediri yang lebih mumpuni yah, kemana aja tuh arah kaderisasi partainya. Dan akhirnya, suasana kampanye pun semakin panas antar istri tersebut, entah bagaimana suasana dirumahnya ketika mati listrik?

Kucuran keringat tadi malem pas listrik mati emang enggak sederas lumpur lapind

Archives