gmail-closeup-market-calendar-user-site_1421-356

di 2015

Menjelang pergantian tahun, banyak orang yang melihat lagi peristiwa di 2015. Tentu ada banyak cerita, begitu juga gue. Sekadar catatan singkat aja apa yang udah terjadi di 2015, biar lebih singkat gue tampilkan dalam bentuk foto ah 😀 *lagi malas nulis*

me and truly

Truly Aishameera

Bayi ini sebenarnya lahir pada 14 November 2014, tapi tahun 2015 jelas dipenuhi sama tingkah laku anak ini. Lebih siap sebenarnya menghadapi apapun, dari soal menyusui sampai soal makan, tapi beda anak ternyata enggak bisa juga pakai taktik yang sama. hahaha. Jadi tetep kudu belajar dari awal lagi, yang jelas tahun 2015 jadi makin seru karena makin rame.

IMG_1892

#Happinest, Enggak Happy

O4Ch93LM_400x400

@ernestprakasa lewat HAHAHA Corp. baru aja menggelar StandUp Special #Happinest_Jkt sebagai penutup rangkaian tour #Happinest di 9 kota sebelumnya. Acara #Happinest_Jkt digelar di Balai Sarbini, pertama kali gedung ini digunakan untuk event StandUp. Panggung bundar, lighting dan sound system yang yahud menjadi bagian dari kemegahan #Happinest_Jkt malam itu. Belum lagi 1000an orang yang memenuhi semua tempat duduk yang disediakan, aura acara ini bakal heboh dan keren udah berasa saat memasuki ruangan utama.

Panggung bundar #Happinest_Jkt | Photo: @piokharisma

Panggung bundar #Happinest_Jkt | Photo: @piokharisma

Panggung bunder emang jadi masalah buat orang yang belum bisa menguasai penonton dan panggung. Sialnya, tempat duduk gue emang berhadapan langsung dengan tempat duduk VIP dan Control Room, bisa ditebak, yang tampil diatas panggung pasti akan lebih banyak menghadap VIP. Rasa khawatir gue beneran jadi kenyataan ketika komika pertama, @sakdiyahmaruf tampil, hampir sepanjang penampilannya menghadap ke kursi VIP, membelakangi penonton yang ada di belakangnya, meski sesekali ia juga melempar senyum dan pandangan ke belakang, tapi itupun tidak memutar badannya, hanya kepalanya saja yang menoleh. Agak disayangkan sebenarnya, karena semua penonton punya hak yang sama untuk menikmati penampilan para komika malam itu. @chevrinAnayang juga minim menyapa semua penonton dari segala penjuru, komika lainnya, yaitu @SachaStevenson dan @ArditErwandha cukup baik menggunakan ruang panggung bundar itu secara maksimal.

Alasan gue kenapa ikut cerewet soal ASI

Sampe sekarang sesungguhnya gue enggak begitu paham kenapa masalah ASI dan Susu Formula sangat begitu sensitif buat banyak orang. Satu sisi gue paham, enggak ada satupun orang tua di dunia ini yang ingin di cap sebagai orang tua yang buruk. But wait, pertanyaan kemudian adalah, siapa yang bilang kalo adalah orang tua yang memberikan Susu Formula ke anaknya dianggap buruk? Gue pun pernah memberikan anak gue Susu Formula, meski hanya berkisar 3 minggu.
Semua orang tua pasti punya alasan khusus kenapa harus memberkan Susu Formula, utamanya pada enam bulan pertama, meski akan lebih mantep kalau bisa sampai satu tahun bahkan hingga dua tahun.

Sebelum menikah dan punya anak, gue sama sekali enggak peduli sama yang namanya ASI. Oke, gue tahu tentang ASI. Air Susu Ibu. Gue juga tahu bahwa itu adalah asupan yang baik buat anak bayi. Tapi semua itu berubah begitu gue dan @adamayantie ikutan kelas ASI-nya @aimi-asi. Nambah pengen kasih ASI begitu anak gue lahir prematur. Semakin terbuka mata gue begitu kumpul sama beberapa #AyahASI dan baca beberapa referensi tentang ASI dan Susu Formula.

Dari yang gue paham sih, sebenarnya banyak orang yang hanya memberikan informasi yang benar tentang ASI. Gue juga enggak setuju kalo ada orang yang men-judge bahwa memberikan Susu Formula itu dianggap orang tua yang buruk. Kalaupun ada yang merasa “sensitif” dengan informasi ASI yang benar tersebut, harusnya cukup dijadikan pelajaran dan motivasi buat kemudian hari. Pengalaman gue memberikan ASI sama anak gue cukup seru, kita pernah sampai pada titik ingin menyerah, dan memutuskan memberikan Susu Formula sama anak kita. Beruntung waktu itu anak kita enggak terlalu suka dengan Susu Formula, enggak pernah habis, dan agak susah minumnya. Jadilah kita juga cari bantuan kesana kemari, dan minta dukungan secara virtual lewat twitter. And it works. From my humble opinion, ini cuma masalah komitmen dan masalah mau apa enggak mau. Kalau mau, pasti apapun diusahakan.

 

Tangisan, ASI dan Sukabumi

Pengalaman ini emang seru banget buat gue dan Keenan (5 bulan). Kejadiannya dimulai ketika istri gue harus berangkat mengurus outbound dari Kementerian Perikanan dan Kelautan di Sukabumi selama tiga hari dua malam. Semua persiapan selama istri gue pergi udah disiapin, mulai dari baju-baju hingga tentunya yang utama, ASIP. ASIP-nya emang enggak banyak, tapi sangat cukup selama istri gue pergi tiga hari itu. Hari Jum’at pagi istri gue berangkat, sesuai dengan kebiasaan anak gue, pagi jam 7-10 biasanya Keenan udah minum ASI, mandi dan main ala kadarnya. Jam 10an biasanya dia udah ngantuk dan melanjutkan tidurnya lagi. Meski ada Ibu Mertua, tapi gue yang nyiapin ASIP-nya. Maklum, kadang Ibu Mertua suka agak berlebihan ngasih ASIP-nya, nangis sedikit pasti langsung diminumin. Padahalkan enggak setiap tangisan bayi berarti haus.

Hari pertama berjalan lancar, gue udah nyiapin ASIP sesuai dengan jadwal biasanya dia minum. Dari hitungan gue, stok ASIP yang ada harusnya sudah cukup sampe istri gue balik. Sehari paling enggak Keenan bisa menghabiskan 5-6 botol, rata-rata 100-120 ml/botol. Hari Jum’at pun terlewati dengan lancar, semua masih on the track. Kejadian Sabtu yang agak seru, kebetulan hari Sabtu itu gue harus masuk kantor. Ada pekerjaan yang harus gue selesaikan, daripada hari Senin berangkat pagi-pagi menggila, atau minggu malem ngerjain di rumah, gue sih lebih memilih sabtu masuk dan ngerjain di kantor. Setelah melakukan rutinitas seperti biasa dengan Keenan dipagi hari, maen, mandi, minum ASI dan menidurkannya, gue pun siap-siap buat berangkat ke kantor. Sabtu dan Minggu meski hari libur umat sedunia, gue emang harus kerja sampingan buat nemenin pendengar setia gue #eaaaa. Siaran radio maksudnya. Jadilah habis nyelesein kerjaan kantor, sore harinya gue langsung siaran sampe malem. ASIP seperti biasa udah gue siapin, dan asumsinya mencukupi sampe hari minggu.

1st ASI Premature

Ketika memasuki masa kehamilan 6 bulan, gue udah sempet bilang sama istri gue untuk ikutan kelas ASI-nya AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia). Mereka secara rutin ngadain pelatihan untuk memberikan pemahaman yang utuh terhadap ASI dan pandangan-pandangan negatif yang beredar dimasyarakat kita. Jadilah pada hari Sabtu, 14 Agustus 2010, kita ikutan Breastfeeding Basic AIMI. Dari sekitar 15 peserta, cuma ada 3 orang aja yang didampingi sama suami. Buat gue, urusan mengenai ASI atau tentang kehamilan, gue juga musti tahu, biar kita berdua sama-sama belajar tentang proses yang baru kita alami pertama kali ini, biar istri gue juga engga stress sendirian kalo ada apa-apa. Jadi, gue miris banget kalo ngeliat atau ngedenger suami yang kayanya enggak mau tau sama hal yang beginian, itu urusan cewek lah, atau apapun alasannya. Gue saranin buat para calon suami dari anak gadis orang, dan calon bapak anak pertama, elu kudu ikutan kelas Breastfeeding Basic-nya AIMI, atau kalo emang enggak bisa, elu kudu baca yang banyak banget informasi yang bener tentang manfaat ASI. Gue, dari pengalaman memberikan ASI untuk pertama kalinya sama baby keenan, informasi tentang ASI yang gue terima sangat sangat sangat sangat sangat bermanfaat banget, ga tahu deh jadinya kalo gue enggak cukup aware tentang ASI. I will tell you why…

Setelah proses melahirkan selesai, dan istri gue beristirahat, sampelah kita pada momen memberikan ASI untuk pertama kalinya. Disitu kita berdiri, di depan inkubator, Baby Keenan udah dipasangin Infus dan alat untuk memonitor detak jantung, “duh kasihan, masih kecil banget udah ditusuk-tusuk jarum infus” dalam hati gue berkata, sedih. Tapi di satu sisi kita seneng karena mau merasakan proses memberikan ASI untuk pertama kalinya, Baby Keenan pun udah di tangan bundanya, bersiap mendekatkan mulut bayi ke puting bundanya. 5 menit, 10 menit, 15 menit..dan ASI nya hanya merembes dari satu titik aja, engga bisa dibuat minum. Sedih banget ngeliatnya. Tapi untungnya kita paham, bahwa mengeluarkan ASI memang berproses, waktu pertama kali enggak mungkin langsung deres.

Kita akan coba lagi nak, ucap kami dalam hati. Kamu tidur dulu yah didalam inkubator, semoga cepat sehat dan kita bisa pulang ke rumah. Kami pun meninggalkan ruang perinatologi. Perasaan senang, semangat dan sedih bercampur jadi satu.

1st Baby Premature

(keenan di inkubator)

Gue mau cerita aja pengalaman proses persalinan Ayu Damayantie (@adamayantie) yang begitu seru, hehehe, seseru nonton film This Is It-nya Michael Jackson karena berasa nonton konser, penontonnya nyanyi bareng dan tepuk tangan ketika lagu kesayangannya dinyanyikan. Seru karena prosesnya memakan waktu kurang lebih 23 jam. Seru karena sebelum istri gue melahirkan, ada 3 orang pasien yang juga melahirkan lebih dulu dan semuanya bayi perempuan. Seru karena suster, dokter dan bidan mondar-mandir pindah dari satu ruangan ke ruangan yang lain untuk menangani proses persalinan yang waktunya hampir berdekatan. Seru, karena kita harus pindah 3 ruangan, dari ruang tindakan, ruangan persalinan normal, dan ruang persalinan resiko tinggi. Cerita ini secara singkat udah sempet gue share di akun pekicau (baca: twitter) gue, yang mau tau silahkan follow di @a_rahmathidayat.

pre.ma.tur
[a ] belum (waktunya) masak (matang); sebelum waktunya; belum cukup bulan; pradini

Usia kehamilannya Ayu baru aja memasuki usia 32 minggu, hari Senin, 20 September 2010 kita baru aja mengunjungi dr.Didi Hendrawan, dokter kandungan yang kita pilih untuk kontrol kandungan di RS.Hermina. Ini bukan kontrol rutin, tapi emang sengaja cek kondisi Ayu aja, soalnya udah 2 hari doi menggigil tanpa sebab. Karena khawatir terjadi apa-apa, jadilah kita sengaja cek ke dokter. Hasilnya, aman, ga ada gangguan apapun, dokter bilang itu hanya menggigil biasa aja, apalagi ternyata Ayu emang ada masalah dengan pengatur suhu di tubuhnya. Keadaan bayi juga Alhamdulillah sehat. Nothing to worry then.

Tapi semalaman itu, Ayu kelihatan ga nyenyak tidur, bolak-balik aja ke kamar mandi, si bayi emang udah sering bergerak hebat dan kadang sakit. Ternyata semaleman itu Ayu ngerasa ada kontraksi, soalnya sakit banget, tapi kita curiga itu kontraksi palsu. Karena dari buku yang kit abaca kontraksi palsu emang rentan terjadi pada trimester ketiga, di saat otot-otot pada dinding rahim ibu hamil mulai berlatih kontraksi. Terkadang kontraksi ini terasa begitu kencang, sehingga sang ibu menduga akan mengalami proses persalinan. Salah satu cirinya adalah kontraksi akan hilang kalau ibu hamil berbaring atau duduk bersandar sambil menyelonjorkan kaki, nah ini juga yang dirasain sama istri gue. Oke deh, kita ga khawatir lagi, mungkin emang Ayu butuh istirahat dulu. But wait, sometin’ happen…

 

let go and let god

aa gym, pada sebuah kesempatan ceramahnya bilang begini sama jamaah,”semisal masing-masing dari kita semua yang hadir disini tiba-tiba dikasih rezeki sama Allah uang sebesar 50 juta, kira-kira nih, mau ga semuanya di sedekahin?”, seketika semua orang, termasuk gue tentunya, ngeluarin komentarnya masing-masing, suasana yang tadinya hening tiba2 jadi rame gila..hahaha…dan gue sendiri ikutan kasak kusuk sambil berkata dalam hati (gila loe a, 50 jeti tuh, masa mau disumbangin semua)…ga sampe 3 menit, aa bilang gini, ya ampun masa masih rencana aja udah pelit sih..kan uangnya juga belum adaa..hehehe, iya juga yaah, jadi malu deh gue..

ngelepasin sesuatu yang udah jadi milik kita emang rada susah, ga cuma rada deng, kayanya emang susah yah..susah karena kita tahu betapa ga mudahnya mendapatkan itu, susah karena kita tahu betul gimana diri kita harus mati-matian bekerja keras untuk hasil yang terbaik, dan kalo uang/materi itu kemudian hanya kita kasih begitu aja, kayanya ga relaaa deh..hehe

ust. yusuf mansyur pernah menasehati seorang aktor (gue lupa namanya) untuk memberikan semua bayaran maen filmya di kun fayakun untuk sedekah, dan loe tau apa yang aktor itu lakukan, ya, dia berikan semua bayarannya untuk sedekah. beberapa bulan kemudian, si ustadz mendapat kabar kalo istri sang aktor ini tengah mengandung, padahal selama ini pasangan suami istri tersebut sudah mencoba berbagai cara untuk mendapatkan seorang bayi.