stockvault-arab-woman-with-veil130882

Menyoal Poligami

Disclaimer:

Tulisan ini mungkin akan terlihat sensitif dan dianggap sebagai kampanye hitam saat menjelang pemilu. Well, it’s not. Tulisan ini gue bikin karena gue pengen tahu soal poligami dan keingin tahuan gue soal kenapa “kalangan PKS” seperti akrab dengan poligami ini. Jadi, silahkan baca dulu hingga selesai

________________________________________________

Banyak orang termasuk gue yang memandang negatif poligami, bahkan di twitter beberapa minggu kemaren lagi rame sama hashtag #TolakPartaiPoligami, dalam 5 Panduan Memilih Caleg Bersih yang dibuat oleh akun @Bersih2014, poin pertamanya menyebutkan “Tidak memilih caleg yang melanggar HAM, Melakukan Korupsi, Berpoligami, Merusak Lingkungan, Berpihak Pada Buruh Murah, Anti Toleransi & Setuju dengan cara-cara kekerasan”.

Enggak dulu, enggak sekarang, melakukan Poligami adalah salah! paling enggak persepsi itulah yang tampaknya “sengaja” dibangun.

gue jadi mikir, kok kaya enggak ada yang bener soal Poligami ini, kalo emang enggak bener, lalu kenapa Rasulullah kasih contoh?

Membaca Ulang Lagi Soal Poligami

Eh bentar, gue baru tau ternyata ada tiga istilah dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) terkait Poligami ini, ketiganya yaitu:

poligami /po·li·ga·mi/ n sistem perkawinan yg salah satu pihak memiliki atau mengawini beberapa lawan jenisnya dl waktu yg bersamaan;

poligini /po·li·gi·ni/ n sistem perkawinan yg membolehkan seorang pria memiliki beberapa wanita sbg istrinya dl waktu yg bersamaan

poliandri /po·li·an·dri/ n sistem perkawinan yg membolehkan seorang wanita mempunyai suami lebih dr satu orang dl waktu yg bersamaan

white-interior-blur-blurred-chair_1203-4272

razia warung makan

gue yakin bukan cuma gue yang gatel mau ikutan komentar soal isu diatas beberapa hari yang lalu.

asli gatel banget pengen ikutan komen, tapi gue mikir, apa untungnya buat gue komentar? pengen nunjukin eksistensi? pengen orang tau kalo gue memihak si A dan B? pengen ngasih tau kalo gue bener dan yang lain salah?

jadi gue memilih diam, membaca semua pandangan, lalu mengambil keberpihakan gue tanpa harus update di media sosial.

disini, kita kembali diuji, seberapa sabar kita reaktif terhadap sebuah isu.

mau tau cara gue melewati semua keresahan diri gue untuk ikutan komen? ga mau tau? bodo! gue tetep kasih tau.

  1. Mencoba cari tau titik persoalan, gue coba cari salinan digital perda yang dimaksud, tapi ga nemu.
  2. Membaca semua informasi terkait razia warung dari berbagai sumber, baik yang resmi maupun yang tidak, termasuk status di media sosial.
  3. Sadar diri bahwa ikutan komen hanya akan menambah beban hidup gue yang baru dibeliin celana sama istri tapi ga muat (pedih men).
  4. Udah mikir keras, tapi ga nemu keuntungan apa yang bisa gue dapet dari ikutan komen. pembelajaran pun tidak, karena pasti gue akan mempertahankan pandangan gue.
  5. Mengambil kesimpulan sendiri setelah membaca banyak hal terkait isu razia warung, tanpa perlu membaginya ke sosial media
  6. Hidup lebih tenang

eh tapi facebook gue masih rame bahas isu itu. et dah! move on kenapeeeee…

IMG_2442

World Breastfeeding Week

Hari ini adalah hari terakhir World Breastfeeding Week atau Pekan Menyusui Sedunia. Iyah, Week disini sebenarnya berarti Pekan, bukan Minggu. Meskipun saya AyahASI yang memberi dukungan agar istri saya menyusui anak-anak kami (Anak ke-1 menyusui hingga 2.2 tahun, anak ke-2 masih menyusui dan saat ini umurnya 8 bulan), saya memilih untuk merayakannya. Saya bahkan membuat infografis soal ASI dan Menyusui selama 7 hari berturut-turut untuk @ID_AyahASI, dan menyebut puluhan kali “perayaan” ini di akun social media. Meski baru kali ini saya menyebutnya di blog pribadi

Karena buat saya, hal ini berguna untuk memberikan informasi soal ASI dan Menyusui. Saya dan istri pernah mengalami kesulitan dalam hal menyusui, pun begitu dengan para pendiri AyahASI. Itu kenapa kami membuat buku Catatan AyahASI dan mendirikan @ID_AyahASI, agar cukup kami saja yang mengalami kesulitan atau kegagalan dalam hal pemberian ASI, orang lain jangan sampe gagal. Iyah, saya memang bangga mengalami kesulitan soal ASI dan Menyusui dan kemudian berhasil melewatinya. Justru itu, saya ingin mengajak semua ibu-ibu untuk tidak gagal dan agar berhasil memberikan ASI untuk anaknya. Saya dan teman-teman @ID_AyahASI justru ingin merangkul ibu-ibu yang belum bisa memberikan ASI untuk belajar lagi soal ASI dan Menyusui agar bisa membantu teman-teman, tetangga bahkan familinya.

Pertama, bagi sebagian orang memberi ASI adalah perjuangan yang luar biasa. Perjuangan ini levelnya berbeda-beda.

Same Sex Marriage

Artikel dibawah ini terlalu menarik untuk enggak gue taro di blog ini. Kurang lebih mewakili pendapat gue soal Same Sex Marriage yang baru aja dilegalkan di US. Gue sendiri enggak ada masalah soal LGBT, bertahun-tahun kerjaan gue juga berhubungan sama temen-temen ini. Prinsip gue sederhana, elo udah dewasa, gue menghargai pilihan elo, soal dosa itu urusan elo sama Tuhan. Itu kenapa sampe sekarang gue berteman baik dengan temen-temen LGBT.

Tulisan ini menarik karena ditulis oleh seorang gay, meski dia menggunakan nama samaran. Silahkan dibaca.

diambil dari http://thefederalist.com/

diambil dari http://thefederalist.com/

I’m Gay, And I Oppose Same-Sex Marriage; I want nothing in this world more than to be a father. Yet I can’t bring myself to celebrate same-sex marriage.

Gay marriage has gone from unthinkable to reality in the blink of an eye. A recent Washington Post/ABC News poll shows that support for gay marriage is now at 61 percent—the highest it’s ever been. On Tuesday, the Supreme Court will hear arguments in the case that many court-watchers believe will deliver the final blow to those seeking to prevent the redefinition of marriage. By all measures, this fight is over. Gay marriage won.

As a 30-year-old gay man, one would expect me to be ecstatic. After all, I’m at that age where people tend to settle down and get married. And there is nothing in this world I want more than to be a father and raise a family. Yet I can’t seem to bring myself to celebrate the triumph of same-sex marriage. Deep down, I know that every American, gay or straight, has suffered a great loss because of this.

gmail-closeup-market-calendar-user-site_1421-356

di 2015

Menjelang pergantian tahun, banyak orang yang melihat lagi peristiwa di 2015. Tentu ada banyak cerita, begitu juga gue. Sekadar catatan singkat aja apa yang udah terjadi di 2015, biar lebih singkat gue tampilkan dalam bentuk foto ah 😀 *lagi malas nulis*

me and truly

Truly Aishameera

Bayi ini sebenarnya lahir pada 14 November 2014, tapi tahun 2015 jelas dipenuhi sama tingkah laku anak ini. Lebih siap sebenarnya menghadapi apapun, dari soal menyusui sampai soal makan, tapi beda anak ternyata enggak bisa juga pakai taktik yang sama. hahaha. Jadi tetep kudu belajar dari awal lagi, yang jelas tahun 2015 jadi makin seru karena makin rame.

IMG_1892

#Happinest, Enggak Happy

O4Ch93LM_400x400

@ernestprakasa lewat HAHAHA Corp. baru aja menggelar StandUp Special #Happinest_Jkt sebagai penutup rangkaian tour #Happinest di 9 kota sebelumnya. Acara #Happinest_Jkt digelar di Balai Sarbini, pertama kali gedung ini digunakan untuk event StandUp. Panggung bundar, lighting dan sound system yang yahud menjadi bagian dari kemegahan #Happinest_Jkt malam itu. Belum lagi 1000an orang yang memenuhi semua tempat duduk yang disediakan, aura acara ini bakal heboh dan keren udah berasa saat memasuki ruangan utama.

Panggung bundar #Happinest_Jkt | Photo: @piokharisma

Panggung bundar #Happinest_Jkt | Photo: @piokharisma

Panggung bunder emang jadi masalah buat orang yang belum bisa menguasai penonton dan panggung. Sialnya, tempat duduk gue emang berhadapan langsung dengan tempat duduk VIP dan Control Room, bisa ditebak, yang tampil diatas panggung pasti akan lebih banyak menghadap VIP. Rasa khawatir gue beneran jadi kenyataan ketika komika pertama, @sakdiyahmaruf tampil, hampir sepanjang penampilannya menghadap ke kursi VIP, membelakangi penonton yang ada di belakangnya, meski sesekali ia juga melempar senyum dan pandangan ke belakang, tapi itupun tidak memutar badannya, hanya kepalanya saja yang menoleh. Agak disayangkan sebenarnya, karena semua penonton punya hak yang sama untuk menikmati penampilan para komika malam itu. @chevrinAnayang juga minim menyapa semua penonton dari segala penjuru, komika lainnya, yaitu @SachaStevenson dan @ArditErwandha cukup baik menggunakan ruang panggung bundar itu secara maksimal.