Panas kayanya lagi menjadi tema minggu ini nih, puncaknya tadi malem, ketika PLN melakukan pemadaman listriknya disebagian wilayah Jakarta Timur tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Sampe tadi pagi, pas gue berangkat ke kantor, listrik belum nyala juga, 12 jam sudah listrik padam, untungnya air di bak mandi masih aman, yah paling enggak bisa mengguyur badan 3 kali lah.

Tidur tadi malem, selain bermandikan keringat, juga bermandikan gigitan nyamuk, ga hanya baju aja yang gue buka, jendela pun akhirnya gue buka juga, angin malam langsung masuk ke kamar, tentunya dia ga sendirian, nyamuk dari 2 RW yang berbeda pun langsung ikutan masuk. Alhamdulillah, tangan sama kaki ga bisa diem pas tidur.

Panasnya udara tadi malem pas mati lampu emang ga sepanas 2 istri bupati kediri yang saat ini lagi maju untuk pencalonan bupati. Dalam kampanyenya beberapa waktu lalu, bahkan 2 istri ini enggan berjabatan tangan. Hariyanti, istri pertama Bupati Sutrisno, pada waktu pendaftaran bersama pasanganya Maskuri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kediri diusung oleh PDI Perjuangan, Golkar, Hanura, PPP, dan PKNU. Pendaftaran Hariyanti didampingi langsung sang suami. Sementara pada sore harinya, Nurlalia datang ke KPU. Istri kedua Bupati Sutrisno itu didampingi pasangannya Turmudi Abror. Mereka diusung Partai Amanat Nasional dan sejumlah partai nonparlemen. Anehnya, walaupun saat ini Sutrisno tengah dibelit sejumlah kasus yang tengah ditangani kejaksaan dan polisi, yaitu proyek Simpang Lima Gumul yang menelan anggaran miliaran rupiah, kok yah partai-partai itu masih aja mau mencalonkan istri-istrinya. Emang ga ada orang lain di kediri yang lebih mumpuni yah, kemana aja tuh arah kaderisasi partainya. Dan akhirnya, suasana kampanye pun semakin panas antar istri tersebut, entah bagaimana suasana dirumahnya ketika mati listrik?

Kucuran keringat tadi malem pas listrik mati emang enggak sederas lumpur lapind