stockvault-arab-woman-with-veil130882

Menyoal Poligami dan Akhwat

Disclaimer:

Tulisan ini mungkin akan terlihat sensitif dan dianggap sebagai kampanye hitam saat menjelang pemilu. Well, it’s not. Tulisan ini gue bikin karena gue pengen tahu soal poligami dan keingin tahuan gue soal kenapa “kalangan PKS” seperti akrab dengan poligami ini. Jadi, silahkan baca dulu hingga selesai

________________________________________________

Banyak orang termasuk gue yang memandang negatif poligami, bahkan di twitter beberapa minggu kemaren lagi rame sama hashtag #TolakPartaiPoligami, dalam 5 Panduan Memilih Caleg Bersih yang dibuat oleh akun @Bersih2014, poin pertamanya menyebutkan “Tidak memilih caleg yang melanggar HAM, Melakukan Korupsi, Berpoligami, Merusak Lingkungan, Berpihak Pada Buruh Murah, Anti Toleransi & Setuju dengan cara-cara kekerasan”.

Enggak dulu, enggak sekarang, melakukan Poligami adalah salah! paling enggak persepsi itulah yang tampaknya “sengaja” dibangun.

gue jadi mikir, kok kaya enggak ada yang bener soal Poligami ini, kalo emang enggak bener, lalu kenapa Rasulullah kasih contoh?

Membaca Ulang Lagi Soal Poligami

Eh bentar, gue baru tau ternyata ada tiga istilah dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) terkait Poligami ini, ketiganya yaitu:

poligami /po·li·ga·mi/ n sistem perkawinan yg salah satu pihak memiliki atau mengawini beberapa lawan jenisnya dl waktu yg bersamaan;

poligini /po·li·gi·ni/ n sistem perkawinan yg membolehkan seorang pria memiliki beberapa wanita sbg istrinya dl waktu yg bersamaan

poliandri /po·li·an·dri/ n sistem perkawinan yg membolehkan seorang wanita mempunyai suami lebih dr satu orang dl waktu yg bersamaan

IMG_2442

Saya AyahASI, dan Saya Merayakan World Breastfeeding Week

Hari ini adalah hari terakhir World Breastfeeding Week atau Pekan Menyusui Sedunia. Iyah, Week disini sebenarnya berarti Pekan, bukan Minggu. Meskipun saya AyahASI yang memberi dukungan agar istri saya menyusui anak-anak kami (Anak ke-1 menyusui hingga 2.2 tahun, anak ke-2 masih menyusui dan saat ini umurnya 8 bulan), saya memilih untuk merayakannya. Saya bahkan membuat infografis soal ASI dan Menyusui selama 7 hari berturut-turut untuk @ID_AyahASI, dan menyebut puluhan kali “perayaan” ini di akun social media. Meski baru kali ini saya menyebutnya di blog pribadi

Karena buat saya, hal ini berguna untuk memberikan informasi soal ASI dan Menyusui. Saya dan istri pernah mengalami kesulitan dalam hal menyusui, pun begitu dengan para pendiri AyahASI. Itu kenapa kami membuat buku Catatan AyahASI dan mendirikan @ID_AyahASI, agar cukup kami saja yang mengalami kesulitan atau kegagalan dalam hal pemberian ASI, orang lain jangan sampe gagal. Iyah, saya memang bangga mengalami kesulitan soal ASI dan Menyusui dan kemudian berhasil melewatinya. Justru itu, saya ingin mengajak semua ibu-ibu untuk tidak gagal dan agar berhasil memberikan ASI untuk anaknya. Saya dan teman-teman @ID_AyahASI justru ingin merangkul ibu-ibu yang belum bisa memberikan ASI untuk belajar lagi soal ASI dan Menyusui agar bisa membantu teman-teman, tetangga bahkan familinya.

Pertama, bagi sebagian orang memberi ASI adalah perjuangan yang luar biasa. Perjuangan ini levelnya berbeda-beda.

Same Sex Marriage; Yes or No?

Artikel dibawah ini terlalu menarik untuk enggak gue taro di blog ini. Kurang lebih mewakili pendapat gue soal Same Sex Marriage yang baru aja dilegalkan di US. Gue sendiri enggak ada masalah soal LGBT, bertahun-tahun kerjaan gue juga berhubungan sama temen-temen ini. Prinsip gue sederhana, elo udah dewasa, gue menghargai pilihan elo, soal dosa itu urusan elo sama Tuhan. Itu kenapa sampe sekarang gue berteman baik dengan temen-temen LGBT.

Tulisan ini menarik karena ditulis oleh seorang gay, meski dia menggunakan nama samaran. Silahkan dibaca.

diambil dari http://thefederalist.com/

diambil dari http://thefederalist.com/

I’m Gay, And I Oppose Same-Sex Marriage; I want nothing in this world more than to be a father. Yet I can’t bring myself to celebrate same-sex marriage.

Gay marriage has gone from unthinkable to reality in the blink of an eye. A recent Washington Post/ABC News poll shows that support for gay marriage is now at 61 percent—the highest it’s ever been. On Tuesday, the Supreme Court will hear arguments in the case that many court-watchers believe will deliver the final blow to those seeking to prevent the redefinition of marriage. By all measures, this fight is over. Gay marriage won.

As a 30-year-old gay man, one would expect me to be ecstatic. After all, I’m at that age where people tend to settle down and get married. And there is nothing in this world I want more than to be a father and raise a family. Yet I can’t seem to bring myself to celebrate the triumph of same-sex marriage. Deep down, I know that every American, gay or straight, has suffered a great loss because of this.

di 2015

Menjelang pergantian tahun, banyak orang yang melihat lagi peristiwa di 2015. Tentu ada banyak cerita, begitu juga gue. Sekadar catatan singkat aja apa yang udah terjadi di 2015, biar lebih singkat gue tampilkan dalam bentuk foto ah 😀 *lagi malas nulis*

me and truly

Truly Aishameera

Bayi ini sebenarnya lahir pada 14 November 2014, tapi tahun 2015 jelas dipenuhi sama tingkah laku anak ini. Lebih siap sebenarnya menghadapi apapun, dari soal menyusui sampai soal makan, tapi beda anak ternyata enggak bisa juga pakai taktik yang sama. hahaha. Jadi tetep kudu belajar dari awal lagi, yang jelas tahun 2015 jadi makin seru karena makin rame.

IMG_2470

Sedikit Jadi Bukit

 

Seperti memerah ASI, seringkali orang hanya melihat hasil akhirnya saja. Dibalik itu, ada perjuangan seorang ibu yang didukung oleh banyak pihak.
Sedikit Menjadi Bukit
#70thMerdeka

#Indonesia

Cair Hangat

Mencairkan dan Menghangatkan ASIP

Haiiiii…menutup World Breastfeeding Week di hari ke-7

Kali aja masih ada yang bingung cara mencairkan ASIP beku dan menghangatkan ASIP untuk bayi.

Melanjutkan infografis hari sebelumnya, ingat prinsipnya: hindari perubahan suhu mendadak. Jadi tahapannya dari beku-suhu ruang-air kran-baru dihangatkan.

Demikian, semoga informasi selama seminggu ini bermanfaat, untung cuma seminggu..kalo sebulan bisa gumoh-gumoh nih bikinnya.

Happy World Breastfeeding Week

ASIP Kerja

Cara Penyimpanan ASIP Bagi Ibu Bekerja

 

Edisi Hari ke-6 World Breastfeeding Week 2015

Bagi ibu baru banyak pertanyaan tentang bagaimana membawa dan menyimpan ASIP ketika sudah kembali ke kantor. Infografis ini bisa dijadikan panduan untuk menyimpan dan membawa ASIP dari kantor ke rumah.

Beberapa prinsip yang bisa dijadikan pedoman:

  1. Perubahan suhu ASI sebaiknya bertahap..itu kenapa ASIP dibiarkan dulu disuhu ruang sekitar 3-5 menit. ASI dari payudara cenderung hangat disuhu 37 derajat, jadi harus didiamkan dulu sebelum masuk ke kulkas/cooler-box yang dingin.
  2. Sebaiknya jangan simpan di freezer ketika di kantor, karena ASIP di cooler-box + ice gel bisa tahan 24 jam tentu ini lebih aman untuk dibawa pulang. Kita tidak perlu khawatir ASIP mencair di perjalanan
  3. Ketika di rumah, ASIP dari cooler-box bisa langsung dimasukkan ke freezer jika ingin buat stok, atau di chiller jika ingin digunakan dalam 2-3 hari kedepan.

Gitu deh..semoga edisi balik ke kantornya enggak penuh gundah gulana yak. Semangaat.

HitungASIP

Matematika Kebutuhan ASIP

Edisi hari ke-5 World Breastfeeding Week 2015

Seringkali ibu yang kembali bekerja suka bingung untuk tahu berapa banyak ASIP yang harus disiapkan per harinya.

Hal ini bisa dilakukan dengan Observasi, (1) Cari waktu 2-3 jam untuk pergi keluar rumah tidak bersama dengan bayi, (2) Tinggalkan bayi di rumah dengan ASIP bersama anggota keluarga yang lain atau pengasuh, (3) Hubungi orang rumah untuk mengecek kondisi bayi setiap 45-60 menit sekali, (4) Ketika pulang tanyakan berapa kali bayi mengonsumsi ASIP dan berapa banyak ASIP yang dibutuhkan saat bayi tidak bersama dengan kita, (5) Dari sini kita bisa memprediksi dalam 8-10 jam kira-kira berapa bangak ASIP yang dibutuhkan ketika kita sudah kembali bekerja.

Dalam infografis ini kita ambil asumsi rata-rata bayi minum 80ml untuk sekali minum. Silahkan disimak perhitungan matematisnya, semoga memudahkan dan bikin semangat menabung ASIP sejak dini.

sumber: buku Multitasking Breastfeeding Mama karya @housniati

Apa Yang Bisa Serikat Kerja Lakukan

  

Edisi hari ke-4 World Breastfeeding Week 2015.
Minjem materinya WHO akibat laptop lagi rewel.
Serikat Pekerja seringkali terdengar garang ketika bicara soal kenaikan upah, jika perlu bahkan harus turun ke jalan. Disisi lain tentu kita semua berharap Serikat Pekerja juga bisa garang terkait hak ibu untuk memerah ASI dan menyediakan sistem pendukung lainnya bagi ibu menyusui di tempat kerja.
AIMI-ILO-BWI juga sudah membuat panduan tentang Tempat Kerja yang Ramah Bagi Ibu Menyusui..unduh panduan Breastfeeding Friendly Workplace disini http://betterwork.org/indonesia/wp-content/uploads/20130116_Breastfeeding-Friendly-Workplace-Guideline_English2.pdf

Apa Yang Bisa Teman Kerja Lakukan

  

Edisi hari ke-3 World Breastfeeding Week 2015.
Kalo kita bisa memberi dukungan kepada perempuan yang bekerja keras untuk membeli lipstik Rp 500 ribu, maka harusnya ga ada alasan untuk tidak mendukung perempuan yang bekerja keras agar bisa memberikan ASI untuk anaknya.
Menyusui dan Bekerja; Mari Kita Sukseskan!

Archives