razia warung makan

gue yakin bukan cuma gue yang gatel mau ikutan komentar soal isu diatas beberapa hari yang lalu.

asli gatel banget pengen ikutan komen, tapi gue mikir, apa untungnya buat gue komentar? pengen nunjukin eksistensi? pengen orang tau kalo gue memihak si A dan B? pengen ngasih tau kalo gue bener dan yang lain salah?

jadi gue memilih diam, membaca semua pandangan, lalu mengambil keberpihakan gue tanpa harus update di media sosial.

disini, kita kembali diuji, seberapa sabar kita reaktif terhadap sebuah isu.

mau tau cara gue melewati semua keresahan diri gue untuk ikutan komen? ga mau tau? bodo! gue tetep kasih tau.

  1. Mencoba cari tau titik persoalan, gue coba cari salinan digital perda yang dimaksud, tapi ga nemu.
  2. Membaca semua informasi terkait razia warung dari berbagai sumber, baik yang resmi maupun yang tidak, termasuk status di media sosial.
  3. Sadar diri bahwa ikutan komen hanya akan menambah beban hidup gue yang baru dibeliin celana sama istri tapi ga muat (pedih men).
  4. Udah mikir keras, tapi ga nemu keuntungan apa yang bisa gue dapet dari ikutan komen. pembelajaran pun tidak, karena pasti gue akan mempertahankan pandangan gue.
  5. Mengambil kesimpulan sendiri setelah membaca banyak hal terkait isu razia warung, tanpa perlu membaginya ke sosial media
  6. Hidup lebih tenang

eh tapi facebook gue masih rame bahas isu itu. et dah! move on kenapeeeee…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *