#Happinest Yang Enggak Happy

O4Ch93LM_400x400

@ernestprakasa lewat HAHAHA Corp. baru aja menggelar StandUp Special #Happinest_Jkt sebagai penutup rangkaian tour #Happinest di 9 kota sebelumnya. Acara #Happinest_Jkt digelar di Balai Sarbini, pertama kali gedung ini digunakan untuk event StandUp. Panggung bundar, lighting dan sound system yang yahud menjadi bagian dari kemegahan #Happinest_Jkt malam itu. Belum lagi 1000an orang yang memenuhi semua tempat duduk yang disediakan, aura acara ini bakal heboh dan keren udah berasa saat memasuki ruangan utama.

Panggung bundar #Happinest_Jkt | Photo: @piokharisma
Panggung bundar #Happinest_Jkt | Photo: @piokharisma

Panggung bunder emang jadi masalah buat orang yang belum bisa menguasai penonton dan panggung. Sialnya, tempat duduk gue emang berhadapan langsung dengan tempat duduk VIP dan Control Room, bisa ditebak, yang tampil diatas panggung pasti akan lebih banyak menghadap VIP. Rasa khawatir gue beneran jadi kenyataan ketika komika pertama, @sakdiyahmaruf tampil, hampir sepanjang penampilannya menghadap ke kursi VIP, membelakangi penonton yang ada di belakangnya, meski sesekali ia juga melempar senyum dan pandangan ke belakang, tapi itupun tidak memutar badannya, hanya kepalanya saja yang menoleh. Agak disayangkan sebenarnya, karena semua penonton punya hak yang sama untuk menikmati penampilan para komika malam itu. @chevrinAnayang juga minim menyapa semua penonton dari segala penjuru, komika lainnya, yaitu @SachaStevenson dan @ArditErwandha cukup baik menggunakan ruang panggung bundar itu secara maksimal.

Gue akan sedikit aja mereview penampilan para openernya. Buat gue yang enggak terlalu ngikutin banget panggung StandUp Comedy di Indonesia, nama-nama openernya jelas terdengar baru, @SachaStevenson udah gue kenal lewat video YouTube-nya, @sakdiyahmaruf gue taunya pas acara MeremMelek, @chevrinAnayang dan @ArditErwandha jelas banget gue baru denger. Gue ga tau seberapa sering @sakdiyahmaruf tampil untuk StandUp, tapi malam itu doi keliatan gugup banget, gue beberapa kali masih bisa mendengar suaranya agak bergetar, kurang keliatan santai meski tampaknya dia berusaha banget untuk itu. Materinya seru buat yang mengerti konteksnya, materi soal Akhi dan Ukhti sebenarnya bagus, tapi kurang dibangun setup-nya, di mata gue, keliatan banget enggak semua penonton paham akan hal itu.

@sakdiyahmaruf | photo: @piokharisma
@sakdiyahmaruf | photo: @piokharisma

@chevrinAnayang sih ngehek banget emang, penampilannya santai banget, mungkin karena dia penyanyi, jadi udah biasa menguasai penonton. Materinya pecah sih menurut gue, pas sama mukanya yang keliatan emang suka ngomongin orang..sengak abis..haha. Gue sih mau liat penampilan dia lagi kalo manggung. @SachaStevenson materinya soal orang bule yang mencoba beradaptasi dengan budaya di Indonesia Jakarta, kocak abis dan mengajak penonton untuk mentertawakan dirinya sendiri. @ArditErwandha jelas enggak cuma menang ganteng doang, materi yang ringan, pecah dan penguasaan panggung yang oke bikin orang paham bahwa dia mempersiapkannya dengan cukup matang. Overall, semua openernya memuaskan.

@chevrinAnayang | photo: @piokharisma
@chevrinAnayang | photo: @piokharisma

 

@SachaStevenson | photo: @piokharisma
@SachaStevenson | photo: @piokharisma

 

@ArditErwandha |@piokharisma
@ArditErwandha |@piokharisma

Dibanding dengan StandUp Special yang diadain @ernestprakasa, tema yang diangkat kali ini sangat ringan, seputar keluarganya, Ernest emang udah bilang, kali ini dia cuma mau seneng-seneng aja sama penonton, ga mau angkat tema yang terlalu berat seperti Illucinati misalnya. Buat gue yang udah 4 kali menonton StandUp Special Ernest, malam itu emang berasa beda banget, semua materi mengalir kaya ngobrol sama temen, kaya lagi ngumpul sama teman lama dan nyeritain keseruan dia dan keluarganya, hampir enggak ada beban.

Tapi justru disini masalahnya buat gue dan istri gue. Gue kenal @ernestprakasa sejak 2011, waktu itu karena kita sama-sama berkutat di @ID_AyahASI dengan 6 orang AyahASI lainnya. Semenjak itu, keluarga kita selalu kumpul bareng jika ada kesempatan. Mulai dari ulang tahun, buka puasa, halal bihalal habis lebaran, tahun baru, sampai ke iseng ngumpul doang. Sekarang, kita semua merasakan sebuah hubungan yang lebih dari sekedar pertemanan, tapi lebih jauh daripada itu, sebuah keluarga. Kita selalu membicarakan hal yang sama ketika kumpul, keluarga kita masing-masing, soal tumbuh kembang anak, soal masalah menyusui, soal asisten rumah tangga dan soal ranjang kesibukan masing-masing.

Keluarga @ernestprakasa | Photo: @piokharisma
Keluarga @ernestprakasa | Photo: @piokharisma

Materi Ernest malam itu enggak begitu pecah banget menurut gue, ketawa sih, tapi enggak bikin gue ngakak banget. Terus terang, beberapa materinya malam itu udah pernah gue denger dan bisa gue tebak punchline-nya, sialnya, materinya enggak gue denger di panggung StandUp, tapi dari obrolan ringan sesama teman. Seperti yang gue bilang tadi, malam itu Ernest kaya lagi ngumpul sama teman lama dan nyeritain keseruan dia dan keluarganya, yang sialnya buat gue dan istri, kita udah sering ngerasain itu sama Ernest dan keluarganya. Jadi, alih-alih membuat kita ketawa ngakak abis, malam itu, materi Ernest malah membawa gue ke sebuah gambaran jalan panjang dari seorang Ayah dan Suami yang memutuskan untuk resign dari pekerjaannya dan mengejar mimpinya untuk berkarir sendiri. Malam itu gue melihat sebuah pencapaian yang sungguh luar biasa dari perjalanan panjang penuh terjal dari seorang @ernestprakasa. Malam itu gue enggak melihat seorang komika, gue melihat seorang teman lama. Malam itu gue bukan datang ke sebuah event StandUp, gue datang ke sebuah acara kumpul keluarga.

Malam itu, gue enggak happy, tapi lebih daripada itu, GUE ENJOY DAN BANGGA!!

Poto keluarga @ID_AyahASI saat malam perpisahan dengan keluarga @ernestprakasa sebelum pindah ke Bali
Poto keluarga @ID_AyahASI saat malam perpisahan dengan keluarga @ernestprakasa sebelum pindah ke Bali

(congratz juga buat buses dan padip yang udah menggelar acara ini hingga sukses berats, sayang enggak semua keluarga @ID_AyahASI bisa ngumpul malam itu)

Comments

  1. Pingback: #HAPPINEST | Silahkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *