puanaaas…

Panas kayanya lagi menjadi tema minggu ini nih, puncaknya tadi malem, ketika PLN melakukan pemadaman listriknya disebagian wilayah Jakarta Timur tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Sampe tadi pagi, pas gue berangkat ke kantor, listrik belum nyala juga, 12 jam sudah listrik padam, untungnya air di bak mandi masih aman, yah paling enggak bisa mengguyur badan 3 kali lah.

Tidur tadi malem, selain bermandikan keringat, juga bermandikan gigitan nyamuk, ga hanya baju aja yang gue buka, jendela pun akhirnya gue buka juga, angin malam langsung masuk ke kamar, tentunya dia ga sendirian, nyamuk dari 2 RW yang berbeda pun langsung ikutan masuk. Alhamdulillah, tangan sama kaki ga bisa diem pas tidur.

Panasnya udara tadi malem pas mati lampu emang ga sepanas 2 istri bupati kediri yang saat ini lagi maju untuk pencalonan bupati. Dalam kampanyenya beberapa waktu lalu, bahkan 2 istri ini enggan berjabatan tangan. Hariyanti, istri pertama Bupati Sutrisno, pada waktu pendaftaran bersama pasanganya Maskuri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kediri diusung oleh PDI Perjuangan, Golkar, Hanura, PPP, dan PKNU. Pendaftaran Hariyanti didampingi langsung sang suami. Sementara pada sore harinya, Nurlalia datang ke KPU. Istri kedua Bupati Sutrisno itu didampingi pasangannya Turmudi Abror. Mereka diusung Partai Amanat Nasional dan sejumlah partai nonparlemen. Anehnya, walaupun saat ini Sutrisno tengah dibelit sejumlah kasus yang tengah ditangani kejaksaan dan polisi, yaitu proyek Simpang Lima Gumul yang menelan anggaran miliaran rupiah, kok yah partai-partai itu masih aja mau mencalonkan istri-istrinya. Emang ga ada orang lain di kediri yang lebih mumpuni yah, kemana aja tuh arah kaderisasi partainya. Dan akhirnya, suasana kampanye pun semakin panas antar istri tersebut, entah bagaimana suasana dirumahnya ketika mati listrik?

Kucuran keringat tadi malem pas listrik mati emang enggak sederas lumpur lapindo yang sekarang muncul dengan semburan baru lagi. Total terdapat 175 titik semburan baru lumpur lapindo, bahkan Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) tidak bisa mencegah munculnya semburan tersebut, BPLS hanya berusaha mengawasi, mengkontrol dan mencegah agar tidak membahayakan masyarakat sekitar. Semburan baru tersebut muncul di halaman SDN Ketapang Keres, Tanggulangin. Saudara-saudara kita pun masih menetap di pengungsian, bagaimana panasnya warga sidoarjo yang kini tinggal di penampungan jika tiba-tiba mendapat undangan menikah Ardie Bakrie dan Nia Ramadhani, yang kabarnya mereka telah mengeluarkan milyaran rupiah hanya untuk membayar wedding consultant dari USA, ah ya, kok saya malah menggosip, di gosok makin siiiiiip.

Panasnya udara tadi malem, sempe ngebikin gue harus buka baju, tenaang, gue ga bakal nyalonin jadi bupati pacitan kok, cukup Jupe aja. Suasana jadi makin panas, ketika akhirnya beredar foto-foto seksi si Ibu Cabup Pacitan ini, meski ternyata suasana juga enggak terlalu panas ketika Jupe menyambangi beberapa pesantren dengan menggunakan kerudung. Pacitan adalah kota kecil di Jawa Timur, tempat kelahiran presiden SBY. Yang menarik, mengapa justru pencalonan Jupe dan Eva Maria yang ramai diperbincangkan, mengapa bukan membicarakan pencalonan Humas PT.Lapindo yang juga turut meramaikan pemilihan bupati pacitan, pengalihan isu kah?

Ini bukti, selain memang katanya Matahari sedang dalam posisi paling dekat dengan bumi, panasnya terik matahari masing berimbang dengan panasnya lumpur lapindo, hingga membuat gue harus membuka baju ketika tidur, telat memang dibanding Jupe yang sudah membuka baju duluan.

Tapi tetep, kenapa PLN ga ngabarin dulu sih kalo ada pemadaman!! Bukan apa-apa, kalo ngabarin dulu kan gue bisa nyicil buat menampung air. Katanya bersih adalah sebagian dari iman, maka mandi menjadi catatan penting buat gue. Belum lagi, PLN berencana menaikkan Tarif Dasar Listrik. Aaaargggghh, PANAAAAAAAAAAAAASSSS!!

Senin, 26 April 2010 – 13.01

(re-post from facebook)

Leave a comment



Archives